It Chapter 2: Melawan Rasa Takut, Membakar Masa Lalu sambil Menatap ke Depan

It Chapter 2 mampu menebar teror dan menabur haru di pengujung kisah.

Diterbitkan 07 September 2019, 11:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - It Chapter 2 sebagaimana penduhulunya, It (2017), tak pernah bisa ringkas dalam bertutur. Film ini berdurasi nyaris 3 jam, mirip It, yakni 2 jam 15 menit. Dibutuhkan tenaga ekstra buat menyelami teror, motivasi antarkarakter, hingga makna yang hendak ditransfer It Chapter 2.

Bukan berarti It Chapter 2 bertele-tele dan melelahkan. Mati-matian menghindari bosan, mati-matian pula menceritakan dengan detail kehidupan setiap karakter, It Chapter 2 mampu menebar teror dan menabur haru di pengujung kisah.

It mengisahkan teror mengerikan pada 1989 yang dialami sekumpulan bocah, yakni Bill (Jaeden Martell), Richie (Finn Wolfhard), Beverly (Sophia Lillis), Ben (Jeremy Tay Laylor), Mike (Chosen Jacobs), Eddie (Jack Dylan Grazer), dan Stanley (Wyatt Oleff).

It Chapter 2 berselang dua puluh tujuh tahun berlalu sejak kejadian di It, anak-anak itu telah meninggalkan kota Derry dan berkarier. Kecuali Mike (Isaiah) yang masih menetap di Derry. Sebagian teman-teman Mike bahkan telah berumah tangga. Derry kembali diguncang teror. Sejumlah warganya menghilang misterius.

Mike yang curiga menghubungi satu per satu kawan lama: Beverly (Jessica), Bill (James), Ben (Jay), Richie (Bill), Eddie (Ransone), dan Stanley (Andy). Stanley tak bisa datang. Reuni pertama di rumah makan diwarnai kepanikan akibat halusinasi kiriman Pennywise (Bill).

Lewat momen itu, Pennywise mengirim pesan Stanley tak kan datang. Beverly menghubungi Stanley. Dari ujung telepon, istri Stanley mengabari suaminya bunuh diri di kamar mandi. Beverly syok berat. Pennywise memulai teror bahkan sejak ia dan teman-temannya belum tiba di Derry. 

Kilas Balik

It Chapter 2 menarik berkat keluwesan Andy mengeksekusi genre horor dengan alur maju mundur. Para jagoan kita telah dewasa. Bukan berarti It Chapter 2 kehilangan momen serunya masa kecil.

Kilas balik dihadirkan untuk mengingatkan penonton sejumlah komponen, dari dialog hingga properti, yang kemudian menjadi penting di ujung kisah. Unsur nostalgia ini yang bikin durasi It Chapter 2 tak bisa ringkas. Andy menciptakan mesin waktu berbasis hal yang paling ditakuti setiap karakter. Bagi kami, ini daya tarik sekaligus titik lemah.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Daya tarik, karena Anda bisa kangen-kangenan dengan pemain cilik berikut kepolosan mereka. Kelucuan di beberapa alur kisah baik efektif mencairkan suasana. Setidaknya, kilas balik memungkinkan Anda menarik napas sejenak sambil mengingat detail para tokoh. Masalahnya, tiap tokoh punya jenis ketakutan berbeda. Dari takut rahasia terbongkar hingga kelamnya masa lalu keluarga. Ragam ketakutan dari receh hingga akut membuat alur It Chapter 2 bergulir ugal-ugalan. Kadang terasa biasa saja, kadang menggigit.

Halaman
Show All
Liputan6.com, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan