Indro Warkop bersama OM PMR Lestarikan Karya Legenda Warkop DKI

Indro Warkop bersama dengan Orkes Moral Pengantar Minum Racun (OM PMR) melakukan kolaborasi dalam rangka melestarikan karya-karya legendaris dari Warkop DKI.

Diterbitkan 19 Desember 2018, 09:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Indro Warkop bersama dengan Orkes Moral Pengantar Minum Racun (OM PMR) melakukan kolaborasi dalam rangka melestarikan karya-karya legendaris dari Warkop DKI. Warkop DKI dan OM PMR memang memiliki kedekatan sejak dulu, khususnya dalam bidang komedi.

Warkop DKI dengan film-film dan lagu-lagu komedi, dan OM PMR lewat genre musik orkes yang juga bernapaskan komedi.

Kolaborasi keduanya terbalut dalam project bertajuk "Silaturasa Indro Warkop & OM PMR", yang berarti silaturahmi dalam rasa. Kabar baik tersebut diumumkan dalam acara konferensi pers di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, Selasa (18/12/2018). Dalam kesempatan itu pula, Indro Warkop menceritakan latar belakang kolaborasi tersebut terjalin.

"Kita pernah iseng-iseng bikin semacam reuni nostalgia, ternyata gila tanggapannya. Ketika kita nyanyi, tuh kayaknya lagu 'Nyanyian Kode' deh. Itu mati lampu, semua gitar, alat musik gak ada yang bunyi. Tapi itu terus dinyanyikan sampe selesai sama penonton semua. Jadi kita ikutan kan teriak-teriak. Setelah itu jadi banyak permintaan," kata Indro Warkop.

 

Serius

Dari situ, Indro Warkop langsung terbesit untuk membawa kolaborasi ini ke arah yang lebih serius. Dari situ lah kemudian kolaborasi ini tercipta.

"Aku selalu kayak gitu ya tadinya buat senang-senang, tapi kalau udah ada permintaan, maaf kalau sudah dibayar kan berarti profesional kan. Kayaknya enggak adil tuh kalau enggak latihan, enggak punya konsep yang baik, maka kami mulai latihan," jelasnya lagi.

 

Lagu Lama

Keduanya akan membawakan beberapa lagu lama Warkop DKI seperti "Ngobrol Di Warung Kopi", "Burung Kakatua", dll. Hanya saja, lagu-lagu tersebut dikemas dengan aransemen yang berbeda menyesuaikan dengan kondisi zaman.

"Ada beberapa lagu Warkop, sedikit kita ubah aransemennya. Ya kan ada perubahan. Banyak sekali, secara musik kita sesuaikan. Kayak terakhir ini kan dangdut sebetulnya gendangannya udah agak ga ke dangdut. Gendangannya kayak tadi tuh, lebih ke Sunda atau ke Jawa," jelas Indro Warkop.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Fariz RM Merasa Dikhianati Orang yang Pernah Dibantu, Soroti Etika dalam Kasus Hak Cipta

Surya Hadiansyah, Telni RusmitantriTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan