Lewat Pentas Monolog, Sha Ine Febriyanti Hadirkan Sisi Lain Cut Nyak Dhien

Sha Ine Febriyanti Hidupkan Kembali Semangat Cut Nyak Dhien Melalui Pentas Monolog

Diterbitkan 29 Agustus 2018, 11:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Medan - Sha Ine Febriyanti ternyata begitu terinspirasi dengan sosok Cut Nyak Dhien. Untuk memperkenalkan kembali cerita Cut Nyak Dhien kepada khalayak ramai, ia lantas tergerak untuk melakukan pentas monolog di 10 kota.

Di Medan, Ine mementaskan monolog Cut Nyak Dhien di Taman Budaya Sumatera Utara (TBSU), Jalan Perintis Kemerdekaan, Selasa (28 Agustus 2018). Selama satu jam pertunjukkan, Sha Ine Febriyanti berhasil membius para penonton.

Ine mengaku, pertunjukan seni salah satu media paling efektif untuk menyuarakan, mempresentasikan, atau menyampaikan sebuah opini. Semakin baik apresiasi masyarakat terhadap seni, maka semakin maju peradaban sebuah bangsa.

“Berangkat dari hal itu, saya tergerak untuk berbagi talenta di bidang seni pertunjukan dengan mengadakan roadshow yang menghadirkan Pentas Monolog Cut Nyak Dhien dan mengadakan workshop atau diskusi di sepuluh kota di Indonesia,” kata Sha Ine Febriyanti.

Didukung Bakti Budaya Djarum Foundation, kegiatan ini diselenggarakan di 10 kota di Indonesia. Mulai dari tanggal 27 April 2018 di Gianyar, Bali kemudian berlanjut ke Makassar, Solo, Surabaya, Kudus, Tasikmalaya, Bandung, Medan, Padang, dan akan berakhir di Padang Panjang pada September nanti.

 

* Update Terkini Jadwal Asian Games 2018, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru dari Arena Asian Games 2018 dengan lihat di Sini

Sisi Lain Cut Nyak Dhien

Ine menyebut, Cut Nyak Dhien, sebagai seorang pejuang dan juga seorang ibu, melalui cerita sejarahnya banyak memberikan inspirasi. Inilah yang menggerakkan Ine untuk memperkenalkan cerita Cut Nyak Dhien kepada khalayak ramai.

“Kita belajar tentang keberanian, prinsip serta perlawanan sekuat-kuatnya dan tak henti dari sosok Cut Nyak Dhien,” ujarnya.

Pentas Monolog Cut Nyak Dhien mengangkat sisi perempuan Cut Nyak Dhien sebagai seorang istri dan ibu yang juga goyah ketika kehilangan menghampiri kehidupannya. Dikenal sebagai seorang perempuan pejuang perkasa, Cut Nyak Dhien tak pernah menunjukkan kepedihan hati maupun dukanya saat ditinggal pergi orang yang dikasihinya, sang suami, Teuku Ibrahim atau yang dikenal sebagai Teuku Umar.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

“Cut Nyak Dhien memiliki prinsip harus tetap terlihat tegar di depan anaknya, sebagai seorang ibu, juga di depan mereka yang membutuhkan tuntunan dan kepemimpinannya,” terang Ine. Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, Renitasari Adrian menambahkan, nama Cut Nyak Dhien sudah tidak asing lagi. “Ine mengenalkan sisi lain Cut Nyak Dhien dalam monolog ini. Pentas ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan lebih dalam mengenai sosok Cut Nyak Dhien, serta menginspirasi masyarakat luas melalui semangat dan kegigihannya,” ucap Renita.

Halaman
Show All
Reza Efendi, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan