Sukses

Gelar Tur Stand Up Comedy, Pandji Pragiwaksono Sediakan Penitipan Anak

Liputan6.com, Jakarta Pandji Pragiwaksono menyiapkan sejumlah hal spesial dalam tur dunianya yang bertajuk "Pragiwaksono". Terutama, dalam pertunjukan penutup yang digelar di Plenary Hall, Jakarta Pusat, pada 26 Januari 2019 mendatang.

Tak hanya didesain ramah untuk kaum difabel, Pandji Pragiwaksono mengatakan pihaknya juga menyiapkan tempat penitipan anak.

"Dibuka untuk 75 anak yang bisa dititipkan. Dibagi menjadi dua kelompok, dua sampai empat tahun, dan lima sampai sepuluh tahun," tuturnya saat bertandang ke kantor Liputan6.com di Gondangdia, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Pandji Pragiwaksono mengatakan biaya penitipan anak ini sebesar Rp 150 ribu, dan sudah dilengkapi dengan fasilitas tempat tidur, selimut, hingga aktivitas untuk anak.

2 dari 4 halaman

Aplikasi untuk Orangtua

Orangtua yang sedang menyaksikan pertunjukan stand up Pandji juga masih bisa memonitor anak mereka.

"Nanti orangtua punya aplikasi. Jadi mereka bisa ngecek 'Anak gue lagi ngapain ya. Oh anakku udah tidur, oh anakku udah makan'. Jadi orangtua bisa nonton stand up dengan tenang," kata dia.

3 dari 4 halaman

Dapat Ide dari Bioskop

Ternyata Pandji Pragiwaksono mendapat gagasan tentang penitipan anak ini karena pengalamannya di bioskop. Ia menuturkan kerap bertemu orangtua yang mengajak anaknya untuk menonton film orang dewasa. "Orangtuanya bawa anak, anak-anaknya berisik banget," kata dia.

Mengingat pertunjukannya ditujukan untuk penonton berusia 15 tahun ke atas, Pandji akhirnya tergerak membuat tempat penitipan ini.

"Ada orangtua pengin nonton saya tapi bingung, anaknya dititipin di mana. Maka ini fasilitas yang saya siapkan," kata dia.

4 dari 4 halaman

Tur Dunia Pandji

Seperti diberitakan sebelumnya, tur dunia Pandji Pragiwaksono akan mulai digelar pada 28 Juli mendatang di Manila, Filipina.

Selain Jakarta dan Manila, Pandji akan mengunjungi Makassar, Surabaya, dan Yogyakarta. Ia juga akan mampir ke Tiongkok di kota Shanghai dan Guangzhou, Amsterdam di Belanda, serta Leipzig, Nuremberg, dan Dusseldorf di Jerman.

Loading
Artikel Selanjutnya
Gelar Tur Dunia, Kenapa Pandji Pragiwaksono Tetap Pakai Bahasa Indonesia?
Artikel Selanjutnya
Anak Tak Suka Pandji Pragiwaksono Jadi Aktor Film