Sukses

Di-bully karena Sindir Gubernur DKI, Begini Jawaban Tina Toon

Liputan6.com, Jakarta Mantan penyanyi cilik Tina Toon kini tengah menjadi buah bibir. Selebritas yang mencalonkan diri sebagai anggota legislatif (caleg) dari PDI Perjuangan ini mengomentari kinerja Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta dan juga Sandiaga Uno sebagai wakilnya.

Lantaran hal itu, tak sedikit warganet yang mengkritik pedas Tina Toon. Tak sedikit yang menganggap Tina Toon masih hijau dunia politik, tapi sudah berani menyindir kinerja seorang gubernur.

Menurut Tina Toon, tak ada yang salah perihal dirinya yang mengomentari kinerja Gubernur DKI Jakarta dan wakilnya. Sebab, sebagai warga Jakarta ia punya hak untuk bersuara.

"Lalu dibilang, 'Wah belum apa-apa sudah kritik Pak Anis, Bang Sandi'. Menurut aku kritik yang membangun dan saran dari kita itu penting loh. Anggaplah masukan dan keluhan dari warga untuk membangun Jakarta yang lebih baik," tutur Tina Toon kepada Liputan6.com, Sabtu (21/7/2018).

2 dari 3 halaman

Yakin Didukung Anies

Tina Toon yakin sebenarnya sang Gubernur tidak mempermasalahkan komentar dirinya. Hanya saja, ia menganggap warganet terlalu berlebihan dalam menanggapi komentarnya untuk orang nomor satu Jakarta dan wakilnya ini.

"Saya yakin banget lah pemimpin Jakarta kita sekarang Pak Anis-Sandi mendukung anak muda untuk berpolitik. Anak muda mau bergerak, berjuang, bekerja, masih perlu belajar dan masukan," ujar Tina Toon.

3 dari 3 halaman

Bergerak

Tina Toon mengatakan anak muda saat ini harus terdepan dalam masalah politik. Sebab masa depan negara akan bertumpu kepada generasi tersebut. Bila diam saja, politik Indonesia akan terlihat aneh dan tak ada perkembangan.

"Justru karena anak muda banyak yang apatis dan aku hadir di sini untuk bisa mengajak anak muda peduli dan melek politik tidak hanya diam nonton dan marah-marah di socmed," kata Tina Toon.

Loading
Artikel Selanjutnya
Sandiaga Uno dan Anies Baswedan, Siapa Paling Unggul di 2024 Versi Survei
Artikel Selanjutnya
Survei: Elektabilitas Anies Baswedan di 2024 Menurun karena Banjir Jakarta