17 Tahun Berjalan, Radja Rilis Single Tanpa Pusingkan Album

Band Radja merayakan kebersamaan mereka selama 17 tahun.

Diterbitkan 20 Maret 2018, 16:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Radja kembali muncul di tengah banyaknya band pendatang baru. Setelah mengeluarkan single berjudul "Malaikat Cinta" belum lama ini, Radja pun mensyukurinya. Mereka merayakan kebersamaan selama 17 tahun di industri musik Indonesia.

"Jadi kalau usia 17 tahun sebagai manusia kita sudah mulai punya tanggung jawab dan dewasa. Kita berbicara karier Radja yang sudah 17 tahun, kami berkomitmen terus berkarya tiap saat dan mempersembahkannya ke pecinta musik Tanah Air," ujar Ian Kasela pentolan Radja, saat ditemui di Hard Rock Cafe, Jakarta, Senin (19/3/2018).

Single "Malaikat Cinta" sendiri sebelumnya sudah diluncurkan Radja sejak 14 Februari 2018 lalu. Ian Kasela pun memiliki alasan tersendiri.

"Kenapa harus dirilis 14 Februari? Karena suka tidak suka hari itu dinobatkan menjadi hari kasih sayang sedunia. Jadi bertepatan dengan itu, kami rilis 'Malaikat Cinta'," ujar Ian Kasela.

Tanpa Album

Selama 17 tahun perjalanan, karier Radja ini juga dilalui tanpa album. Namun, Ian Kasela menganggap album bukanlah segala-galanya di jaman serba canggih saat ini. Apalagi, Radja pernah menikmati masa jaya di mana album mereka laku keras.

"Kalau kita lihat, industri musik kita berkembang sesuai teknologi. Radja sendiri telah melewati tiga fase. Fase pertama 2001 saat Radja rilis kaset. Kemudian 2003-2005 Radja melejit dengan format CD namun kaset masih ada," jelas Ian.

"Kini Radja berdiri dengan label sendiri, Istana Musik. Jadi kita juga sebagai pebisnis dan pelaku seni, sehingga tidak bisa lagi melihat asal bikin album kemudian lempar. Tapi tidak jelas ke mana arahnya, makanya kami perhatikan ke situ," ujarnya.

Radja Bersatu

Radja sendiri sempat gonta-ganti personel. Namun, di usia ke-17 ini, mereka pun kembali bersatu. Seperti diketahui, Indra dan Seno sempat memilih hengkang di tahun 2011. Sampai akhirnya, keduanya memilih untuk kembali pada band yang membesarkan namanya tersebut pada 2015 hingga kini.

"Gonta-ganti personel itu hal yang biasa di Indonesia. Yang penting band itu ketika ganti personel nama bandnya tidak hancur. Eksistensinya dilihat hasil karyanya. Mau siapapun itu, yang penting vokalisnya tetap vokalis. Kalau player lain gonta-ganti biasa itu, tapi kalau vokalisnya keluar, maka matilah band itu," kata Moldy.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Ia pun menambahkan bahwa untuk urusan gonta-ganti personel, ia dan rekan satu bandnya tidak membuat komitmen mengikat apa pun karena itu adalah urusan hati masing-masing personel.

Halaman
Show All
Aditia Saputra, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan