Sukses

Antrabez Buktikan Terali Besi Bukan Halangan untuk Berkreativitas

Liputan6.com, Denpasar - Setelah cukup sukses di album Saatnya Berubah (2016), Anak Terlali Besi atau yang lebih dikenal dengan sebutan Antrabez kembali n masuk dapur rekaman di penghujun 2017. Di album terbaru, Antrabez akan dibantu Anom Darsana dari Antida Music Indonesia selaku produser.

Gung Anom, sapaan Anom Darsana mengaku kagum dengan semangat bermusik yang ditunjukkan Antrabez. Gung Anom awalnya melihat Antrabez sebagai proyek iseng. Namun setelah melihat karya Antrabez terbaru, Gus Anom percaya semangat bermysik mereka tak main-main.

"Ketika saya melihat penampilan mereka di kawasan Sanur beberapa waktu lalu, saya kaget. Mereka sudah memiliki materi baru dan saya mendengarkannya. Saya rasa ini tidak lagi sebuah ke isengan semata, saya ingin sesegera mungkin membantu menyelesaikan album ke-2 mereka secara penuh," ujar Gung Anom, saat sesi jumpa pers dikawasan Denpasar, Bali, baru-baru ini.

Gung Anom juga mengatakan dalam proses produksi album ke-2 Antrabez ini akan melibatkan Simon Cotsworth. Simon adalah seorang engineer kelas dunia yang menangani rekaman penyanyi ternama seperti George Benson.

"Saya ingin mendapatkan hasil yang maksimal, kebetulan rekan saya (Simon Cotsworth) sedang di Jakarta dan dia mengiyakan untuk ikut terlibat dalam penggarapan projek ini," sambung Gung Anom.

 

1 dari 3 halaman

Ada 10 Lagu

Berbeda dengan album sebelumnya, Antrabez membocorkan dalam album nanti berisi 10 lagu baru. Di antaranya delapan lagu berbahasa Inggris dan dua lagu berbahasa Indonesia.

Kesepuluh lagu tersebut di antaranya: "Secret of Life", "No More Fear Livin’ Two Life Forever", "Friday Night", "Rhythm of Love", "Alive", "Stop the War", "Wild Roses", "Beneath of Lies", "Alam Bernyanyi" dan "Indonesia". Sementara lagu "Indonesia" merupakan lagu andalan dari album ke-2 mereka.

"Ini tidak ada kaitannya untuk go international. Justru perhatian lebih banyak datang dari warga asing, pun mereka cukup mengapresiasi album kami kendati mereka tidak mengerti bahasa kita. Semoga ini juga menjadi perhatian khusus bagi masyarakat Indonesia," kata Octav sang gitaris dan penulis lagu.

Antrabez yang beranggotakan Febri, (vokal), Octav (gitar), Rifa (gitar), Micky (bass), Ronald (keyboard) dan Daus (drum) direncanakan memakan waktu penggarapan album kedua selama dua hingga tiga bulan.

"Kami targetkan penggarapan ini selama dua hingga tiga bulan. Setelah itu kami berenca mengadakan sebuah tur musik untuk Abtrabez," tambah Gung Anom

 

2 dari 3 halaman

Masuki Kompilasi Album KPK

Ada hal menarik lain yang terlihat dari penggarapan album Antrabez lagu yang berjudul "Alam Bernyanyi". Lagu tersebut berhasil masuk kedalam album kompilasi Puputan Melawan Korupsi dalam rangka Festival Anti Korupsi yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Octav menjelaskan, jika pada album pertama lebih bernuansa religi, berbeda dengan album ke-2 yang lebih beragam. "Tentunya kami tidak mau dicap sebagai band religi, kami mengangkat tema apapun kedalam karya kami," jelasnya.

 

Artikel Selanjutnya
Jangan Bikin Marah, 5 Zodiak Ini Sulit Memaafkan dan Pendendam
Artikel Selanjutnya
3 Petuah Bos Biznet untuk Entrepreneur Muda