Sukses

Berlatar Perang, 4 Film Korea Ini Justru Menguras Air Mata

Liputan6.com, Jakarta Serial drama dan film Korea kini sangat digandrungi berbagai kalangan. Tak hanya di Korea Selatan, sinema dari Negeri Ginseng ini juga digemari secara global, termasuk Indonesia.

Biasanya penggemar film Korea Selatan banyak yang terbuai dengan romansa di antara para pemeran utamanya. Namun, belum banyak yang tahu bahwa banyak juga film Korea Selatan dengan latar perang yang sukses membuat penonton banjir air mata.

Sebut saja film legendaris Korea Selatan, Tae Guk Gi yang bercerita mengenai kakak beradik yang harus terpisah karena perang saudara, Korea Selatan dan Korea Utara.

Berikut beberapa film Korea Selatan berlatar perang yang berhasil menguras air mata.

 

 

Simak video menarik di bawah ini : 

 

2 dari 5 halaman

71 Into The Fire (2010)

Film 71 Into The Fire berlatar perang saudara antara Korea Utara dan Korea Selatan. Film yang dirilis tahun 2010 ini dibintangi oleh Cha Seung Won, Kwon Sang Woo, Kim Seung Woo dan T.O.P Big Bang.

Film Korea ini bercerita tentang 71 siswa sekolah yang menjaga benteng pertahanan Korea Selatan yang menjadi sasaran Korea Utara. Suatu hari benteng pertahanan yang berupa sekolah itu mendapat serangan dari Korea Utara.

Semua siswa yang berada disana pun mencoba untuk bertahan hidup dengan alat seadanya. Sampai akhirnya semua tentara senior mendengar tentang penyerangan tersebut dan kembali ke benteng pertahanan.

Tak hanya menegangkan, film yang berdasar pada kisah nyata ini juga sukses menuai air mata. Pasalnya, sebelum meninggal semua siswa tersebut telah menulis surat kepada keluarga yang berada di rumah dan menunggu kepulangan mereka dari wajib militer.

3 dari 5 halaman

My Way (2011)

Film My Way berlatar perang dunia pertama dan kedua dimana Korea Selatan masih berada di bawah kependudukan Jepang. Film ini diperankan oleh Jang Dong Gun dan Joe Odagiri.

Film Korea ini bercerita mengenai seorang anak pembantu Kim Jun Shik yang bekerja dengan seorang pejabat Jepang. Ia seorang pelari marathon yang selalu menang dalam pertandingan. Suatu hari cucu sang pejabat Tatsuo Hasegawa yang juga pelari marathon terkenal dari Tokyo, Jepang.

Keduanya pun sempat menjadi rival dalam beberapa pertandingan, tetapi belakangan mereka justru menjadi sahabat. Apalagi saat Jepang kalah dari Rusia dan keduanya menjadi tawanan perang. Selain itu, Kim juga sempat menolong Tatsuo dan merelakan salah satu telinganya tuli karena bom.

Tak sampai disitu, Kim yang sudah menganggap Tatsuo sebagai keluarganya selama menjadi tawanan perang sekutu pun kembali menolongnya. Kim merelakan namanya digunakan Tatsuo saat Jepang kalah perang dari sekutu dan membiarkan Tatsuo hidup.

4 dari 5 halaman

Tae Guk Gi (2004)

Film Tae Guk Gi berlatar perang saudara antara Korea Utara dan Korea Selatan. Film ini dimainkan oleh Jang Dong Gun dan Won Bin dan sukses dipasarkan keberbagai festival internasional.

Mengisahakn dua orang kakak beradik Jin Tae dan Jin Seok. Sang kakak bekerja sebagai penyemir sepatu untuk membiayai sekolah sang adik dan menghidupi keluarga setelah sang ayah meninggal.

Masalah mulai terjadi ketika perang saudara meletus dan wajib militer diberlakukan bagi seluruh pemuda di sana. Jin Seok secara diam-diam mendaftar menjadi tentara tanpa sepengetahuan keluarganya. Akhirnya sang kakak pun ikut menjadi tentara demi menemani sang adik.

Suatu hari sang kakak mengira adiknya telah meninggal saat melihat pulpen yang ia berikan berada di salah satu korban perang saat itu. Akhirnya sang kakak berubah haluan ke pihak musuh. Sampai akhirnya ia menyadari sang adik masih hidup dan berjanji akan kembali dan bertemu di rumah.

5 dari 5 halaman

Battleship Island (2017)

Film Battleship Island merupakan film perang teranyar yang diproduksi oleh Korea Selatan. Berlatar akhir perang dunia kedua dan diperankan oleh Song Joong Ki, So Ji Sub, Hwang Jung Min dan lee Jung Hoon.

Film ini bercerita tentang sekelompok orang Korea Selatan yang dibawa ke sebuah pulau di Jepang. Dalam pulau tersebut, warga Korea Selatan diminta untuk bekerja di dalam perut bumi. Tak hanya pria, para wanita dan anak perempuan juga diminta untuk menjadi wanita penghibur para karyawan berkebangsaan Jepang.

Kisah pilu dimulai saat semua warga Korea Selatan mencoba menyelamatkan diri dan keluar dari pulau tersebut. Kala itu, salah seroang tentara perang yang sudah mengetahui mengenai kekalahan Jepang mencoba untuk melarikan diri.

Sayang, upaya pelarian itu tak semulus yang diharapkan. Beberapa pekerja Korea Selatan terpaksa meregang nyawa di pulau bernama Hashima itu.