Para Musikus Ini Terkena Kutukan Penghargaan Grammy?

Penghargaan paling bergengsi untuk para musikus Grammy malah membawa kutukan bagi penerimanya.

Diterbitkan 07 Desember 2016, 13:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Bagi musikus yang baru merintis karier, mendapatkan nominasi "Artis Pendatang Baru Terbaik" dari Grammy Awards tentu sudah jadi satu prestasi tersendiri. Apalagi bila kemudian mereka berhasil membawa pulang piala berbentuk gramofon tersebut.

Namun siapa sangka, ternyata gelar Artis Pendatang Baru Terbaik ini menjadi "kutukan" tersendiri bagi penerimanya. Dilansir dari E! News Rabu (7/12/2016), ada sejumlah musikus yang justru mendapat nasib jelek setelah membawa pulang piala dari kategori ini.

Ada yang ditinggal anggota grupnya, ada pula yang meredup bintangnya. Siapa saja mereka?

 

Paula Cole

Orang-orang yang besar dengan budaya pop di era tahun 1990-an pasti akrab dengan soundtrack serial Dawson's Creek berjudul "I Don't Want To Wait" yang dinyanyikan Paula Cole. Di tahun 1998 ia diganjar penghargaan Artis Pendatang Baru Terbaik, mengalahkan P. Diddy, Hanson, Erykah Badu, dan Fiona Apple. Di tahun yang sama, dan setahun setelahnya, ia dinominasikan dalam Boston Music Awards.

Namun setelah itu bintangnya terus meredup, meski ia masih rajin mengeluarkan album hingga tahun 2015. Sejak tahun 2010, albumnya bahkan tak ada yang pernah menembus tangga lagu. Selain menjadi penyanyi, kini Paula Cole mengajar di Berklee College of Music, Boston, Amerika Serikat.

 

Norah Jones

Tak sulit untuk jatuh cinta dengan suara emas Norah. Penyanyi jazz yang kerap tampil dengan grand piano ini mengalahkan John Mayer, Ashanti, Avril Lavigne, dan Michelle Branch untuk gelar Artis Pendatang Baru Terbaik di tahun 2003.

Tak hanya itu, di tahun yang sama ia juga membawa pulang piala Grammy untuk Record of the Year untuk lagu "Don't Know Why" dan Album Terbaik lewat Come Away with Me. Selama beberapa tahun, ia masih merajai genre jazz. Namun perlahan keadaan mulai berubah setelah tahun 2011.

Ia tak begitu banyak menelurkan karya dan namanya menghilang dari dari daftar nominasi penghargaan musik. Yang lebih miris, dulu Norah Jones dengan mudah menjual jutaan keping album. Namun album terakhirnya yang dirilis tahun ini, Day Breaks, hanya laku 44 ribu kopi. Selain itu, dua single-nya tahun ini tak berhasil masuk tangga lagu Amerika Serikat.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Tampilan emo-gothic dari band Evanescence dan suara tinggi sang vokalis, Amy Lee, begitu digandrungi remaja di awal tahun 2000-an. Pada 2004, band yang memopulerkan lagu "Bring Me to Life" ini berhasil membawa pulang piala Grammy paling prestisius bagi musikus pendatang baru. Tapi kemudian satu per satu personel Evanescence malah mundur dari band ini, hanya menyisakan sang vokalis sebagai anggota asli. Tak cuma album anyar yang tanggal rilisnya terus mundur, band ini bahkan menjalani hiatus panjang. Setidaknya, pada tahun 2015 Evanescence mencoba bangkit dengan formasi baru dan akan meluncurkan materi anyar pada bulan Desember tahun ini.  

Halaman
Show All
Ratnaning Asih, Fadjriah Nurdiarsih, Telni RusmitantriTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan