Sukses

Fantastic Beasts and Where to Find Them, Obat Rindu nan Memuaskan

Liputan6.com, Jakarta Saat J.K. Rowling dan Warner Brothers mengaudisi anak-anak seantero Inggris untuk mencari pemeran Harry Potter, taruhan mereka tidaklah terlalu besar. Sebelumnya, tidak ada pembanding karakter yang akhirnya diperankan oleh Daniel Radcliffe tersebut.

Namun, saat pencipta Harry Potter dan dunia sihirnya itu memutuskan untuk memulai suatu franchise baru--berdasarkan dunia khayal yang sama--sudah ada standar tinggi yang harus berhasil disamai, atau bahkan dilampaui, oleh aktor calon pemeran utamanya yang baru.

Eddie Redmayne berhasil memerankan Newt Scamander yang kikuk namun membuat jatuh hati.

Newt Scamander, yang menjadi tokoh sentral franchise Fantastic Beasts and Where to Find Them ini, tidak memiliki faktor pendukung sekuat Harry Potter. Tidak ada satu generasi yang tumbuh bersamanya. Dia hanyalah sosok asing yang baru muncul, tetapi harus berhasil merebut hati satu kelompok penggemar (fandom) terbesar yang mungkin pernah ada dalam sejarah sastra dan film.

Di sinilah Eddie Redmayne, aktor pemenang Oscar yang akhirnya memerankan magizoologist, ini berperan. Dan rasa-rasanya, kalau masih berbicara tentang taruhan, bisa dibilang J.K. Rowling dan Warner Brothers menang banyak.

Satu hal yang hampir bisa memastikan Fantastic Beasts and Where to Find Them diterima dan dicintai oleh para Potterheads (nama penggemar Harry Potter) adalah sosok Newt Scamander yang sangat membumi, menggemaskan, dan membuat jatuh hati.

Newt Scamander lebih nyaman berinteraksi dengan binatang dibanding manusia lain.

Eddie Redmayne memerankan Newt Scamander seperti semua tokoh yang pernah dimainkannya. Aktor 34 tahun yang memenangi Oscar dengan memerankan Stephen Hawkings ini, seolah benar-benar menciptakan sosok nyata, lengkap dengan gaya bicara, cara berjalan, mimik, dan gerakan yang khas.

Newt Scamander muncul sebagai seorang penyendiri yang pemalu, lebih bisa berinteraksi dengan makhluk-makhluk fantastisnya dibanding manusia lain. Dia juga kikuk dan ceroboh. Namun, J.K. Rowling juga menciptakannya sebagai orang yang berani, tulus, dan loyal. Dan semua ini ditampilkan Eddie Redmayne secara samar, tidak blakblakan, dan sempurna.

Diceritakan, pada tahun 1920-an, dunia sihir AS sedang gonjang-ganjing. Kelompok sihir di sana, yang menyebut diri mereka sebagai Magical Congress of United States of America (MACUSA), atau kementerian sihir versi Negeri Paman Sam ini sedang gelisah. Keberadaan mereka terancam terbongkar ke dunia non-sihir.

Koper kecil Newt Scamander sebenarnya dipenuhi berbagai binatang fantastis.

Di tengah situasi yang sedang rentan itu, datanglah seorang ahli binatang yang tak tahu apa-apa dari Inggris, Newt Scamander. Datang menggunakan kapal ke New York, peneliti binatang jebolan Hogwarts ini membawa serta sebuah koper kecil yang berisi berbagai binatang-binatang fantastis temuannya.

Di AS sendiri saat itu, memiliki dan memelihara binatang fantastis adalah ilegal. Binatang-binatang tersebut harus dibinasakan. Malang bagi Newt, kopernya itu kemudian tertukar dengan koper milik seorang no-maj (manusia non sihir atau yang biasa disebut Muggle dalam Harry Potter) bernama Jacob Kowalski (Dan Fogler). Jacob yang tidak tahu apa-apa tanpa sengaja melepaskan hewan-hewan tadi ke seantero New York.

Newt, Tina, dan Jacob malah dianggap sebagai penyebab kekacauan yang terjadi di New York.

Sementara itu, seorang auror (polisi penyihir) yang sedang diskors bernama Tina Goldstein (Katherine Waterston), menyadari kehadiran Newt dan binatang-binatang fantastisnya. Berusaha untuk mendapatkan posisinya kembali, Tina lalu membawa Newt ke hadapan MACUSA. Sayangnya, hal tersebut malah membuat mereka berdua--kemudian bersama Jacob dan adik Tina, Queenie (Alison Sudol)--jadi buronan MACUSA.

Percival Graves dan Credence.

Di sisi lain, ada kekuatan hitam yang meneror Kota New York. Para no-majs menyadari kehadiran kekuatan jahat ini. Beberapa bahkan cukup sial dan melihatnya langsung. Seorang auror berlevel tinggi, Percival Graves (Colin Farrell) terkesan sedang menyelidiki hal ini, dengan meminta bantuan seorang pemuda bernama Credence (Ezra Miller). Credence sendiri adalah anak angkat dari seorang puritan pembenci penyihir, yang terus berkampanye untuk mengungkap keberadaan para penyihir.

Secara keseluruhan, Fantastic Beasts and Where to Find Them tidak hanya bisa dinikmati oleh pencinta Harry Potter. Walaupun masih berkesinambungan, tidak terlalu banyak detail dunia sihir dari novel yang diselipkan di film ini. Namun, jika Anda penggemar Harry Potter, sejak dari detik-detik awal, bersiap saja menahan napas, kemudian mendesah penuh kerinduan ketika menyaksikannya.

Fantastic Beasts and Where to Find Them juga menyimpan berbagai kejutan. J.K. Rowling sebagai sang penulis skenario berhasil membungkusnya dengan rapi dan membongkarnya ketika para penonton sedang lengah, dan akhirnya membuat terperangah.

Tina, Newt. Queenie, dan Jacob, empat serangkai yang jadi tokoh sentral Fantastic Beasts and Where to Find Them.

Berbeda dengan franchise Harry Potter yang dimulai sebagai film anak-anak, Fantastic Beasts and Where to Find Them dibintangi oleh aktor-aktor dewasa. Walau mungkin Anda tidak akan menemukan persahabatan yang murni dan tanpa dosa milik Harry, Ron, dan Hermione, kekompakan empat serangkai Newt, Tina, Jacob, dan Queenie juga tidak bisa diremehkan.

Belum lagi, sedikit sentuhan romansa akan membuat perasaan Anda semakin terlibat ketika menonton interaksi mereka.

Setelah semuanya usai, Fantastic Beasts and Where to Find Them berhasil menutup ceritanya dengan manis dan menyisakan perasaan penuh magis. Film ini akan membuat Anda meninggalkan bangku bioskop dengan perasaan yang hangat dan senyum yang terkembang.

Fantastic Beast and Where to Find Them tayang mulai hari ini, 16 November 2016. Pastikan Anda tidak melewatkannya.