Don’t Breathe, Kucing-kucingan Mematikan dengan Pria Tunanetra

Don’t Breathe menyajikan ketegangan demi ketegangan yang nyaris tanpa henti.

Diterbitkan 31 Agustus 2016, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Hanya sekitar 15 menit pertama saja penonton diajak untuk mengenal sedikit latar belakang para pencuri ini. Alex yang penuh rasa khawatir dan cerita Rocky yang hidup bersama orangtua yang pemabuk yang memerasnya, secara efisien mengajak penonton untuk bersimpati dengan berandalan ini.

Setelah itu, ketegangan langsung merangsek tanpa basa-basi. Tensi melonjak tinggi usai adegan konfrontasi pertama dengan pemilik rumah. Pria yang awalnya terlihat tak berdaya karena kehilangan penglihatannya ini, serta merta berubah menjadi sosok berbahaya yang mematikan.

Stephen Lang dalam Don't Breathe

Sang pemilik rumah yang tak disebutkan namanya ini, jadi bintang—sekaligus mimpi buruk—dalam film ini. Sosok ini didesain secara masuk akal. Indranya yang tersisa memang memiliki kepekaan yang lebih. Namun ia tak lantas menjadi sakti seperti Daredevil atau Si Buta dari Goa Hantu yang mampu mendeteksi buruannya dengan mudah. Karena itulah, kucing-kucingan ini jadi makin menarik dan membetot urat syaraf penonton.

Belum lagi cara sutradara Fede Alvarez dalam memperlakukan karakter orang tua ini dalam mata kamera. Meski berwujud manusia, beberapa adegan memperlihatkan kemunculan tokoh ini dengan cara yang mirip dengan kemunculan makhluk halus. Begitu tiba-tiba dan membuat penonton terkesiap. 

Hal lain yang unik dari karakter yang dimainkan oleh Stephen Lang ini, adalah penonton dibuat cukup bersimpati dengan kondisi tokoh ini, namun tetap merasa ngeri, dan di satu titik marah padanya.

Don't Breathe (IMDb)

Sementara itu, penataan suara pun diatur sedemikian rupa hingga makin menaikkan adrenalin. Kadang musik score dari Roque Baños yang bertalu-talu makin membuat jantung deg-degan. Tak jarang pula musik dibiarkan mati sama sekali, sehingga penonton mendengar bunyi sekecil apa pun, meski hanya helaan napas. Hasilnya, suasana klaustrofobia di dalam layar pun merembes hingga ke bangku penonton.

Di dua pertiga Don't Breathe, ketegangan demi ketegangan terus muncul, nyaris tanpa henti. Ini, mungkin akan membuat penonton begitu geregetan, tak sabar untuk segera sampai di akhir film. Namun twist demi twist yang muncul di film ini, cukup membuat penonton duduk anteng di kursinya, menunggu semua misteri dalam film ini tersingkap.

Don't Breathe (IMDb)

Intinya, Don’t Breathe adalah satu film yang sangat sayang untuk dilewatkan. Terutama buat para penggemar film thriller-suspense yang mendamba film dengan ketegangan yang dijalin rapat. Hanya saja, jangan lupa untuk tetap mengambil napas di sela ketegangan Don’t Breathe yang mulai tayang di bioskop Indonesia pada 31 Agustus ini.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ratnaning Asih, Aditia Saputra, Hotnida Novita SaryTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan