Disangka Sungguhan, Lima Film Ini Membuat Geger

Semua film yang membuat geger ini, berkaitan dengan ketakutan dan kengerian

Diterbitkan 14 Maret 2016, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Saking nyatanya, produser film ini diseret ke pengadilan Italia atas dakwaan kekejian terhadap hewan. Untuk menyelesaikan kasus ini, Carlo Rambaldi yang menciptakan efek khusus untuk film ini bersaksi ke pengadilan. Rambaldi yang juga menangani efek khusus untuk film ET dari sutradara Steven Spielberg ini bahkan harus mendemonstrasikan anjing animatronik yang digunakan dalam film ini.

Cannibal Holocaust


Cannibal Holocaust

Satu lagi film yang menggunakan teknik found footage. Cannibal Holocaust berisi perjalanan satu kru film ke hutan Amazon untuk membuat film dokumenter tentang kehidupan suku kanibal di sana. Perbuatan kru film ini yang mengacau desa dan memperkosa wanita suku ini, membuat penduduk asli yang merupakan kanibal lantas membalas dendam dengan membunuh dan memakan mereka.

Cannibal Hollocaust, dikenal dengan visualisasinya yang sangat gamblang, termasuk untuk adegan yang sangat brutal. Saat diputar di Milan, sutradara film ini, ditangkap berdasarkan pasal perbuatan tak senonoh. Namun sebuah majalah memuat berita bahwa sejumlah pembunuhan dalam film ini benar-benar asli. Pasal yang dikenakan pada Deodato pun naik menjadi pembunuhan.

Para penegak hukum percaya bahwa para aktor film ini, benar-benar tewas demi produksi Cannibal Holocaust. Demi bebas dari jerat hukum, Deodato pun memanggil para aktor untuk muncul di muka publik. Setelah tuduhan tadi tak terbukti, Deodato akhirnya dilepaskan.

 

Without Warning


 Without Warning

Without Warning adalah sebuah film televisi yang diprouksi oleh CBS. Film ini diawali dengan pasangan yang kedatangan tamu tak diundang di rumahnya. Namun film lantas disela oleh informasi yang sekilas benar-benar terlihat  seperti sebuah breaking news. Isi beritanya, adalah asteroid yang menabrak bumi.

Yang makin membuat orang percaya, film ini menggunakan desain grafis yang sangat mirip dengan siaran berita CBS yang sesungguhnya. Di Fort Smith, Arkansas saluran TV KFSM yang berafiliasi dengan CBS, dikabarkan menerima puluhan telepon yang menanyakan apakah kejadian tersebut nyata. Saluran TV tetangga pun kena getahnya, mereka menerima banyak telepon mengapa tak menayangkan berita besar yang tengah ditayangkan CBS.

 

Snuff


Snuff
Ini adalah film gore Amerika-Argentina dengan anggaran rendah, hanya US$ 30 ribu, yang dirilis pada 1976. Film ini awalnya berjudul Slaughter, menghadirkan cerita pembunuhan yang dilakukan oleh sebuah sekte.

Allan Shackelton, seorang distributor film, lantas membuat akhir film Slaughter versinya sendiri. Dalam film yang kemudian diberi judul Snuff ini, tokoh wanita dalam film ini digambarkan dibunuh secara brutal.

Setelah Snuff dirilis, Shackelton dikabarkan menyewa sekelompok orang untuk memprotes film ini. Film ini, lantas menjadi populer, bahkan sejumlah anggota dewan memulai petisi untuk menyelidiki film ini. Peristiwa pembunuhan dalam film ini, kemudian dipastikan sebagai sebagai hoax oleh jaksa wilayah New York.

 

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan