Wawancara Sutradara May Who?, Tor, Bank Thiti dan Punpun Sutatta

Sebelum jumpa fans, Liputan6.com berkesempatan mewawancarai langsung Punpun Suttata, Bank Thiti, Tor dan sutradara May Who?.

Diterbitkan 26 Oktober 2015, 15:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Di sekolah biasanya ada yang bernama May si ketua kelas, May si kutu buku, May yang tinggi atau pendek, atau semacamnya. Tokoh kita berjuluk May Who.

Punpun Sutatta: Karena pada dasarnya tak ada yang mengenalnya.

Punpun Sutatta Udomsilp saat menghadiri acara jumpa artis Thailand pemeran film May Who? di Grand Indonesia, Jakarta, Sabtu (24/10/2015). Punpun menjadi May Nhai, tokoh utama dalam film May Who? garapan Chayanop Boonprakob. (Liputan6.com/Yoppy Renato)

Chayanop: Dia tak bersosialisasi. Dia tak banyak bicara dengan orang-orang, ia suka menjauh dari orang banyak. Penyebabnya adalah karena ketika detak jantungnya mencapai 120 kali per menit, kulitnya mengeluarkan aliran listrik dan bisa melukai orang.

Apa yang membedakan May Who? dengan SuckSeed yang Anda buat empat tahun lalu?

Chayanop: Setiap membuat film, saya melihat diri saya dahulu. Saya suka membuat film tentang para pecundang, mereka yang tak percaya diri maupun mereka yang bukan orang sukses di dunia.

Di SuckSeed, para tokohnya adalah sekumpulan pecundang yang ingin jadi orang keren dengan membentuk band. Mereka tak menganggap diri pecundang, namun orang sekitar maupun penonton menganggap mereka begitu. Karena permainan musik mereka buruk.

Tapi di film yang ini, May Who?, terutama tokoh utama cowok dan ceweknya, wajah mereka rupawan. Mereka juga punya bakat, yang cowok jago menggambar, sedang cewek bisa mengeluarkan listrik dari tubuhnya. Mereka menganggap diri mereka pecundang. Itu menurut saya perbedaannya.

Untuk Bank, di film Anda diperlihatkan jago menggambar, apa itu gambarnya sendiri atau orang lain?

Bank Thiti: Gambar di film itu bukan gambar saya. Ada tim khusus yang menggambarnya. Namun saya sendiri memang bisa gambar dan melakukan gaya gambar seperti di film.

Punpun Sutatta Udomsilp (kanan) dan Tor Thanapob Leeratanakajorn saat menghadiri jumpa pemeran film May Who? di Grand Indonesia, Jakarta, Sabtu (24/10/2015). Punpun (May) dan Tor (Fame) menjadi tokoh utama dalam film May Who? (Liputan6.com/Yoppy Renato)

Untuk Tor, di film diperlihatkan puting dadamu masuk ke dalam, apa memang aslinya begitu?

Tor: Hehehehe... nggak, kok. Sebenarnya puting itu adalah rekaan digital lewat animasi komputer CGI. Sekarang teknologi perfilman Thailand sudah sangat berkembang, teknologi CGI-nya juga demikian.

Untuk animasi di film May Who? apa dibuat orang Thailand atau oleh warga negara asing?

Chayanop: Animasinya dibuat oleh orang Thailand sendiri. Mereka para animator baru. Namun pemimpinnya pernah bejerja di Pixar dan Sony Pictures Animation. Ini karya pertama mereka untuk perfilman Thailand. Biasanya mereka menggarap aniamsi untuk film-film di Eropa.

Untuk Punpun, ada adegan payudaranya diremas, apakah itu betulan payudaranya yang diremas?

Punpun Sutatta Udomsilp tampil casual dengan kaos putih saat menghadiri acara jumpa artis Thailand pemeran film May Who? di Grand Indonesia, Jakarta, Sabtu (24/10/2015). Punpun menjadi May Nhai, tokoh utama dalam film May Who?(Liputan6.com/Yoppy Renato)

Punpun: Bukan, itu bukan payudara saya. Ada pemain pengganti untuk adegan itu.

Susahkah membangun chemistry kalian bertiga di May Who? ini?

Bank: Tidak sulit untuk membangun chemistry kami di film ini, sebab dari awal kami sudah akrab, bahkan sebelum kami main bareng di Hormon The Series.

Tor: Chemistry yang kami dapat sebetulnya tak dimulai atau lantaran kami main bareng di Hormones. Sebab di serial itu kami jarang tampil selayar. Di May Who? kami membangun chemistry baru. Tapi untuk itu tak susah melakukannya.

Di Hormon the Series ada yang cinlok, apa hal itu juga sempat terjadi saat syuting film ini?

Semua tertawa.

Punpun: Nggak ada cinlok. Kami semua berteman.

Punpun Sutatta Udomsilp (kiri) dan Bank Thiti Mahayotaruk saat menghadiri acara jumpa pemeran film May Who? di Grand Indonesia, Jakarta, Sabtu (24/10/2015). Punpun (May) dan Bank (Pong) menjadi tokoh utama dalam film May Who? (Liputan6.com/Yoppy Renato)

Bagaimana perasaan kalian berada di Indonesia, bertemu dengan para fans di sini?

Chayanop: Indonesia adalah negara yang selalu ingin saya kunjungi. Karena berkat sukses SuckSeed, banyak fans dari Indonesia yang terus membicarakannya di Twitter atau Facebook. Hal itu yang membuat saya penasaran untuk ke sini.

Ini pertama kalinya saya ke sini, dan saya sangat bersemangat.

Bank: Saya senang sekali. Karena saya disambut tim dengan sangat baik. Lalu, saya juga ingin melihat fans saya sebenarnya seperti apa.

Punpun: Dari media sosial seperti Facebook, Twitter banyak fans dari Indonesia me-mention saya. Banyak dari mereka menyampaikannya dalam bahasa Indonesia. Oleh sebab itu, saya ingin bertemu mereka.

Tor: Saya sudah mendengar dari GTH (studio film pembuat May Who?--red.) bahwa Indonesia adalah market yang bagus dan setiap film GTH disambut sangat baik dari sini.

Saat mengunjungi Indonesia waktu mempromosikan film Swimmer saya melihat antusiasme fans di sini. Hal itu bikin saya ingin bertemu mereka lagi.** (Ade/Des)

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ade Irwansyah, Desika PemitaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan