Sebuah Obituari: Bagaimana Joan Rivers Akan Dikenang?

Kebanyakan orang menganggap lelucon-lelucon Joan Rivers kasar dan tidak lucu. Tapi sebenarnya ia layak dikenang.

Diterbitkan 05 September 2014, 17:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Joan Rivers memulai kariernya di akhir 1950-an sebagai aktris teater dan komedian di klub. Dia lalu membangun reputasi sebagai pelawak yang menembus semua batas dan tabu; ia tak takut membuat lelucon soal hal serius dan siap dicerca atas lawakan-lawakannya. Selama enam dekade, ia sudah memenangkan piala Emmy, punya buku laris, serta fashion police di karpet-karpet merah Hollywood.

Kita mengenang Joan Rivers sebagai...

Balik ke pertanyaan awal, bagaimana kemudian Joan Rivers dikenang?

Jumat (5/9/2014) pagi saat berita kematian Joan mulai tersebar hingga ke sini, di sosial media banyak komentar sang pelawak kualat karena menyebut rakyat Palestina pantas mati oleh serangan Israel di Jalur Gaza. Hal itu dikatakannya awal Agustus silam.

Akhir Agustus justru Joan yang koma akibat operasi kecil pada tenggorokannya. Beberapa hari kemudian penyiar saluran TV E! ini menghembuskan napas terakhir.

Mungkin Joan Rivers kualat. Mungkin juga memang takdirnya sudah tiba. Apa pun itu, ia seorang wanita yang berani ambil risiko. Ia berani bicara apa adanya, dan siap dicerca maupun disumpahi cepat mampus.

Banyak orang sakit hati atas komentar-komentar kasar Joan Rivers. Dunia mungkin akan lebih damai tanpanya. Tapi dunia juga akan menjadi lebih sepi. Selamat jalan, Joan...(Ade/Mer)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ade Irwansyah, Meiristica NurulTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan