Sukses

Poster `Homeland` Mirip `Perempuan Berkalung Sorban`, Kok Bisa?

Liputan6.com, Jakarta Serial TV favorit di Amerika saat ini, Homeland bakal memulai musim tayang ke-4 mulai 5 Oktober nanti.

Akhir pekan kemarin, trailer dan posternya dirilis ke dunia maya. Carrie (Claire Danes) kembali ditugaskan ke daerah konflik, mungkin ke Timur Tengah atau Pakistan atau pula Afghanistan.

Yang hendak diulas di sini bukan soal serialnya. Tapi posternya. Di poster terlihat Carrie berjalan di antara wanita-wanita yang memakai burqa hitam. Carrie tampak menonjol, ia memakai kerudung merah menyala. Rambut pirangnya tersibak. Ia menoleh dengan tatapan penuh waspada.

Yang menarik, poster itu punya kesamaan gaya dengan poster film Perempuan Berkalung Sorban (2008) karya Hanung Bramantyo. Di poster itu, tokoh Anissa yang diperankan Revalina S. Temat menonjol di tengah wanita-wanita berjilbab putih yang tampak belakang. Saat yang lain menghadap belakang, Revalina memperlihatkan wajah tegasnya dengan jilbab hitam dan berkalungkan sorban kotak-kotak merah-putih.

Jika ada kemiripan gaya itu, apa kita lantas bisa bilang poster `Homeland` meniru `Perempuan Berkalung Sorban`?

Jangan terburu-buru mengatakan Homeland menjiplak Perempuan Berkalung Sorban. Persoalan kemiripan gaya poster tak sesederhana kelihatannya.

Anda mungkin pernah melihat di forum-forum atau blog soal film tentang kemiripan poster-poster film nasional yang mirip dengan film-film luar negeri. Film horor nasional Dedemit Gunung Kidul mirip poster film Nicolas Cage, Drive Angry; Tali Pocong Perawan mirip Heirloom; Rasa mirip Closer; Namaku Dick mirip Hot Chick; Kala mirip The Skeleton Key dan banyak lagi.

Pertama yang mengemuka tentu saja tudingan plagiat pada sineas lokal yang bisanya meniru poster film luar negeri.

Tapi, benarkah kemiripan itu adalah praktek plagiat? Dan, terutama, apakah semua yang mirip adalah plagiat?

Selanjutnya >> Beda kesamaan gaya dengan plagiat

2 dari 2 halaman

Beda Kesamaan Gaya dengan Plagiat

Soal kemiripan poster film nasional dan luar negeri ini ternyata sampai ada yang mengangkatnya jadi tulisan ilmiah di sebuah jurnal terhormat. Ekky Imanjaya dan Emanuel Pratalaharja mengangkat tema tersebut dalam tulisan ilmiah mereka berjudul "Plagiarism Issues in Post-1998 Indonesian Film Posters" dan dimuat di jurnal Wacana vol. 14, No. 1 April 2012. Jurnal tersebut diterbitkan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia.

Ditulis keduanya, tanpa pengetahuan yang memadai dan meneliti dengan tekun, cukup sulit menentukan antara plagiat, kemiripan, dan penghormatan.

Disimpulkan Ekky dan Emanuel, misalnya, Dedemit Gunung Kidul menjiplak `Drive Angry`, serta `Namaku Dick` menjiplak `Hot Chick`. Sedang Kala dengan `The Skeleton Key` tak masuk kategori menjiplak, melainkan sebentuk "pastiche" atau artwork yang menggunakan elemen dan material milik orang lain.

Pastiche bukan bertujuan untuk menirunya mentah-mentah, melainkan kemiripan ini memang sudah umum terjadi.

Termasuk ke dalam hal ini misalnya, gambaran tokoh sedang berlari, membelakangi punggung, atau gambar mata. Dalam dunia poster film hal itu termasuk klise karena sudah terlalu banyak poster film model begitu. [baca: 10 Gaya Poster Film yang Terlalu Sering Muncul]

Dari sini kemudian kita kembali pada penjelasan kenapa poster Homeland mirip `Perempuan Berkalung Sorban`. Saya tak yakin desainer poster serial `Homeland` pernah melihat Perempuan Berkalung Sorban lalu menirunya.

Yang desainernya lakukan sebatas mengambil elemen yang sudah umum--seperti dilakukan banyak desainer lain dengan menaruh gambar mata atau orang berlari--ke dalam poster Homeland.

Kita bisa menyimpulkan, `Homeland` hanya memiliki kesamaan gaya dengan `Perempuan Berkalung Sorban`. Bukan menjiplak. (Ade)