Sukses

Grand Piano, Ketika Satu Nada Sangat Berharga

Liputan6.com, Los Angeles, Amerika Serikat "Satu nada salah, dan kau akan mati."

Tulisan itu didapatkan pianis ternama, Tom Selznick (Elijah Wood) ketika sedang tampil di depan istri dan ratusan penonton. Sempat menghilang setelah aksi gagalnya pada satu tahun lalu, ia pun semakin tertekan dengan ancaman yang didapatnya di depan piano. Parahnya lagi, semua itu terjadi di saat pertunjukan sudah berlangsung. Lantas apa yang akan dilakukannya?

Sedikit mengenal sutradara Eugenio Mira, karya terakhirnya yang bertajuk Agnosia sukses menyuguhkan thriller bergenreĀ  retro-futuristic lewat jalan cerita yang intens. Selain itu bila sedikit membahas sinematografinya, apa yang ditampilkannya di film ini juga seolah menjadi cermin kesuksesan Grand Piano yang dirilis dengan teknik yang nyaris sama.

Namun demikian, berbeda dengan Agnosia, di sini Eugenio Mira tampak mengecilkan ruang penokohan dengan satu konflik yang dibuat besar sejak di awal cerita. Hebatnya, mengangkat jalan cerita yang beresiko membuat para penontonnya bosan, Mira justru sukses memperlihatkan kemampuannya melalui karakter Tom dan Clem (John Cussack) yang dibuat berinteraksi lewat cara yang unik.

Dan jika itu belum cukup memuaskan, permainan orkestra megah serta aksi-aksi pembunuhan yang dilakukan secara klise agaknya bisa menjadi pendukung nilai dari film yang dirilis pertama kali di Fantastic Fest, 20 September 2013 ini. Tak heran, selain mendapatkan angka 6 dari IMDB, film Grand Piano juga memperoleh rating 87% dari situs Rating Tomatoes.

Seperti diketahui, Grand Piano disutradarai oleh Eugenio Mira (Agnosia) dan ditulis oleh Damien Chazelle (Guy and Madeline on a Park Bench) dengan bantuan produser Adrian Guerra dan Rodrigo Cortes bersama Myles Nestel (Machete).

Pengambilan gambarnya sendiri dilangsungkan di Studio Ciudad de la Luz yang terletak di Alicante, Spanyol dan beberapa adegan lainnya berlokasi di Chicago, Amerika Serikat. Sayang, meski sudah dirilis di Spanyol pada 25 Oktober 2013 lalu, film ini hanya dirilis secara terbatas di Amerika Serikat. Selebihnya, Grand Piano langsung diluncurkan dalam bentuk video.

Baca juga:

Oo Nina Bobo, Ketika Lagu Pengantar Tidur Mengundang Petaka

300 Rise of an Empire! Gugur Leonidas, Tumbuh Seribu

Need For Speed 3D, Hilangnya Ketegangan Balapan Liar

Pompeii, Potret Amukan Gunung Vesuvius

Winter`s Tale, Ketika Iblis dan Malaikat Berebut Cinta

Endless Love, Kisah Cinta yang (Seharusnya) Menyentuh

12 Years a Slave, Drama Tragis Tanpa Basa-basi

RoboCop: Lebih Dramatis, Super Brutal...

The Wolf of Wall Street! Kisah Tentang Uang, Kokain dan Wanita

Fruitvale Station, Kisah Nyata Berdarah di Tahun Baru