Liputan6.com, Jakarta - Menjelang akhir pekan ini, bursa saham tiba-tiba dikejutkan dengan pengumuman penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) Inc. MSCI mengumumkan dimulainya konsultasi mengenai usulan untuk mengklasifikasikan ulang indeks MSCI Indonesia dari status pasar berkembang (emerging market) menjadi pasar mandiri (standalone market).
Pengumuman itu membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan. IHSG ditutup anjlok 11,57% menjadi 5.185,10 pada Jumat, 16 Oktober 2026. Indeks saham LQ45 melemah 13,82% menjadi 508,55. Seluruh indeks saham acuan tertekan.
Menjelang akhir pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 5.404,50 dan terendah 5.185,10. Sebanyak 775 saham tertekan sehingga membebani IHSG. 10 saham masing-masing menguat dan diam di tempat.
Advertisement
Pada Juni lalu, MSCI menyatakan, jika tidak terlihat kemajuan yang memadai hingga tinjauan indeks November 2026, MSCI akan mempertimbangkan untuk memulai konsultasi mengenai klasifikasi ulang pasar Indonesia.
Para pelaku pasar telah menyampaikan kepada MSCI, hingga saat ini, belum terlihat kemajuan yang memadai dan konsisten di seluruh pasar ekuitas Indonesia. Terlepas dari reformasi yang telah diumumkan, kekhawatiran mendasar tetap ada terkait disfungsi pasar, termasuk masih adanya dugaan praktik perdagangan terkoordinasi serta kurangnya bukti penegakan aturan yang berarti.
Meskipun otoritas Indonesia telah mengumumkan berbagai reformasi seperti peningkatan pengungkapan pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1%, pengungkapan klasifikasi investor yang lebih terperinci, pelaporan Konsentrasi Kepemilikan Saham Tinggi (High Shareholding Concentration/HSC), serta peta jalan menuju persyaratan free float minimum sebesar 15%,para investor institusional menekankan perlunya implementasi yang konsisten dan bukti nyata mengenai dampak berkelanjutan dari langkah-langkah tersebut.
Karena itu, MSCI menilai, Indonesia sebagai Pasar Berkembang (Emerging Market) tidak lagi tepat, sehingga MSCI memulai konsultasi mengenai usulan untuk mengklasifikasikan ulang Indonesia sebagai Pasar Mandiri (Standalone Market). Masukan dari para pelaku pasar menunjukkan bahwa klasifikasi ulang ke kategori Pasar Perbatasan (Frontier Markets) tidak akan mencerminkan kedalaman permasalahan pasar yang ada secara tepat.
MSCI menerima masukan dari pelaku pasar terkait usulan reklasifikasi untuk indeks-indeks MSCI Indonesia ini hingga 30 April 2027 dan akan mengumumkan keputusannya paling lambat pada 30 Juni 2027.
Seiring hal itu, Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji menuturkan, alasan MSCI menilai Indonesia bahkan belum layak masuk kategori Frontier Market, hal ini menunjukkan persoalan yang menjadi perhatian bukan semata-mata ukuran kapitalisasi pasar atau kedalaman pasar saham, melainkan kualitas tata kelola dan tingkat investabilitas pasar.
“Kondisi ini menjadi peringatan serius reformasi pasar modal Indonesia selama ini belum cukup meyakinkan investor institusional global dari sisi implementasi dan hasil nyata,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com, Jumat (16/10/2026).
Tantangan Indonesia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3893147/original/054077900_1641196874-20220103-Pembukaan_Awal_Tahun_2022_IHSG_Menguat-4.jpg)
Nafan menilai, reformasi yang dilakukan juga bukan berarti gagal tetapi pengumuman kebijakan dan perubahan regulasi saja tidak cukup untuk mempertahankan kepercayaan pasar. Investor global membutuhkan bukti struktur kepemilikan semakin transparan, free float benar-benar mencerminkan saham yang tersedia untuk diperdagangkan, manipulasi pasar ditindak secara konsisten apabila terbukti, dan mekanisme pembentukan harga berlangsung secara wajar.
"Dengan demikian, tantangan Indonesia saat ini adalah mempersempit kesenjangan antara reformasi yang diumumkan dan perbaikan yang benar-benar dirasakan pelaku pasar,” ujar dia.
Karena itu, Nafan mengatakan, BEI bersama OJK, KSEI, dan pemerintah perlu merespons persoalan ini melalui langkah yang konkret, terukur, dan dapat diverifikasi oleh investor internasional.
"Prioritasnya mencakup peningkatan transparansi pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial ownership), penguatan pengawasan atas konsentrasi kepemilikan dan transaksi yang tidak wajar, penegakan hukum yang konsisten, serta penyempurnaan mekanisme pengungkapan data kepemilikan dan free float,” kata Nafan.
Selain itu, menurut Nafan, regulator perlu memperkuat komunikasi dengan MSCI dan investor institusional global melalui penyampaian perkembangan reformasi berbasis data, bukan hanya komitmen kebijakan. Mengingat batas konsultasi ditetapkan pada 30 April 2027 dan keputusan final dijadwalkan paling lambat 30 Juni 2027, Indonesia masih memiliki waktu untuk membuktikan adanya perbaikan material."
"Pada akhirnya, menurut saya, keberhasilan mempertahankan status Emerging Market tidak cukup diukur dari kemampuan menahan koreksi IHSG dalam jangka pendek, tetapi dari kemampuan Indonesia memulihkan kepercayaan investor terhadap integritas dan kualitas pasar modalnya,” ujar dia.
Advertisement
Mendorong Reformasi Konsisten
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5344976/original/094862600_1757498720-4.jpg)
Ia menuturkan, apabila reformasi dapat dijalankan secara konsisten dan menghasilkan perubahan nyata, risiko penurunan klasifikasi masih dapat diupayakan untuk dihindari.
"Sebaliknya, apabila persoalan transparansi, likuiditas efektif, dan penegakan hukum tetap berlanjut, pasar modal Indonesia berpotensi menghadapi tekanan arus dana asing yang lebih persisten, biaya modal yang lebih tinggi, serta tantangan yang lebih besar dalam menarik investasi jangka panjang. Jadi, momentum ini seharusnya menjadi katalis bagi percepatan reformasi secara substantif, bukan sekadar respons sementara untuk meredam sentimen negatif pasar,” kata dia.
Sementara itu, pengamat pasar modal Hans Kwee menuturkan, periode konsultasi hingga April 2027 memberikan ruang dan waktu yang sangat memadai bagi OJK, BEI dan KSEI untuk membuktikan efektivitas penegakan hukum atau enforcement, transparansi free float serta penertiban perilaku transaksi di pasar regular.
"MSCI secara terbuka menyatakan bahwa proposal reklasifikasi ini dapat ditinjau kembali (reconsideration) apabila terdapat bukti nyata perbaikan tata kelola dan fungsi pasar yang material sebelum keputusan akhir diambil,” kata dia.
Adapun keputusan final rilis soal status pasar saham Indonesia akhir Juni 2027. Sebelum pengumuman itu, Hans menuturkan, Indonesia masih terdaftar secara resmi sebagai Emerging Market dalam indeks MSCI.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350102/original/012008800_1789559335-Cek_fakta_-_ustaz_Abdul_Somad.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375195/original/050145200_1792134418-Screenshot_2026-10-16_132433.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375276/original/040735700_1792137600-cek_fakta_-_ustaz_wijayanto_-bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374518/original/013435400_1792054116-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-15T154739.817.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1040537/original/091207600_1446442504-20151102-IHSG-Masih-Berkutat-di-Zona-Merah-Jakarta4.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4585820/original/007305100_1695442703-Akhir_pekan_IHSG_ditutup_menguat-ANGGA_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374348/original/023217800_1792047459-IMG_3364.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6914551/original/007893700_1779685083-Ketua_Dewan_Komisioner_Otoritas_Jasa_Keuangan__OJK___Friderica_Widyasari_Dewi-25_Mei_2026c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375456/original/092078500_1792147400-Wakil_Ketua_DPR_Sufmi_Dasco_Ahmad-16_Oktober_2026c.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375441/original/016198100_1792146289-CEO_Danantara_Rosan_Roslani-16_Oktober_2026a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4585820/original/007305100_1695442703-Akhir_pekan_IHSG_ditutup_menguat-ANGGA_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344443/original/027063800_1788945924-IMG_6975.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497595/original/070518800_1770638545-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375108/original/027541100_1792128909-WhatsApp_Image_2026-10-16_at_12.28.48__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375273/original/094643000_1792137403-email-attachment_2026_10_16_immanuel-christian_pemerintah-sebut-msci-tidak-selalu-benar-investor-diminta-hitung-risiko-sendiri_IMG_7918.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375288/original/014736400_1792137857-WhatsApp_Image_2026-10-16_at_14.37.29.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375274/original/063521000_1792137427-email-attachment_2026_10_16_immanuel-christian_pemerintah-sebut-msci-tidak-selalu-benar-investor-diminta-hitung-risiko-sendiri_IMG_7915.jpeg)