Strategi Investasi saat IHSG Masih Lesu

Direktur Panin Asset Management Rudiyanto memaparkan strategi investasi ketika saham sedang turun.

Liputan6.com, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan bergerak di zona merah pada perdagangan saham Selasa, (13/10/2026). IHSG pun telah melemah dua hari berturut-turut dalam dua hari ini. Lalu bagaimana strategi investasi saham saat IHSG masih lesu?

Berdasarkan data RTI, IHSG hari ini, 13 Oktober 2026 ditutup melemah 0,17% menjadi 5.925,97. Pada sesi perdagangan, IHSG sempat berada di level terendah 5.828 dan tertinggi 5.930.

Indeks saham LQ45 turun 0,29% ke posisi 589,19. Menariknya saat IHSG merosot, investor asing melakukan aksi beli saham Rp 570,40 miliar pada 13 Oktober 2026. Akan tetapi, sepanjang 2026, asing masih melepas saham tembus Rp 84,28 triliun.

Mengutip data Yahoo Finance, penutupan IHSG hari ini mendekati penutupan IHSG pada 10 Juli 2026 yang ditutup ke posisi 5.924.

Direktur PT Panin Asset Management, Rudiyanto menuturkan, tekanan IHSG seiring belum ada sentimen positif dari domestik. Investor juga terus memantau evaluasi penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI).

"Belum ada sentimen positif dari dalam negeri, wait and see MSCI,” kata Rudiyanto, Selasa (13/10/2026).

Di tengah koreksi IHSG ini, Rudiyanto juga menyarankan untuk melakukan langkah strategis dengan diversifikasi aset. Hal ini mengingat saham sedang turun sehingga diversifikasi untuk mengurangi kerugian.

"Bisa lakukan diversifikasi dan averaging down pada saham dengan fundamental baik atau instrumen lain, seperti reksa dana pendapatan tetap dan luar negeri," ujar dia.

Saat saham turun, ia menuturkan, hal ini menjadi momentum bagi investor untuk mendapatkan saham dengan harga yang murah. Ini dapat membantu investor untuk melakukan averaging down, sehingga ketika harga kembali naik, potensi keuntungan akan lebih cepat.

 

Hal yang Perlu Diwaspadai

Namun, ada beberapa hal yang harus diwaspadai oleh investor, yang dapat memicu gejolak naik turunnya saham dalam negeri, seperti perpanjangan masa freeze atau pembekuan saham Indonesia oleh MSCI, serta kebijakan pemerintah.

"(Yang harus diwaspadai adalah) perpanjangan freeze MSCI, kebijakan pemerintah tentang tata kelola dan akuisisi perusahaan," kata dia.

Sementara, bagi investor pemula, Rudiyanto menyarankan untuk memulai dengan reksa dana, karena memiliki harga beli yang rendah dan dikelola oleh profesional. Aset ini juga bisa menjadi bentuk diversifikasi.

"Reksa dana saja, mulai dari Rp 10.000, (prosesnya) dikelola profesional, (juga bisa menjadi) diversifikasi,” kata dia.

  • liputan6
    Analisis komprehensif ini membahas tren pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dampak rebalancing MSCI, rekomendasi saham terkini, pengertian dan komponen IHSG, serta faktor-faktor penggeraknya.
    Ihsg
  • liputan6
    Investasi adalah penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan.
    Investasi
  • liputan6
    Reksa dana adalah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat permodal yang selanjutnya diinvestasikan.
    Reksa Dana
  • liputan6
    Persentase dari pokok utang yang dibayarkan sebagai imbal jasa (bunga) dalam suatu periode tertentu disebut suku bunga.
    suku bunga
  • liputan6
    Saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagai dalam pe
    Saham