Pendapatan GMF Tumbuh 20,5 Persen hingga Maret 2026

Aktivitas perawatan pesawat di segmen commercial aviation sebagai penyumbang pendapatan terbesar untuk GMF Aero Asia.

Diterbitkan 10 Juni 2026, 11:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) mengawali 2026 dengan kinerja positif. Perseroan membukukan pendapatan sebesar US$ 114,94 juta pada kuartal I 2026 atau meningkat 20,53% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

"Hingga kuartal pertama di Maret 2026. Di Maret 2026 GMF membukukkan pendapatan year to date US$ 114,94 juta meningkat 20,53 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu," kata Direktur Keuangan GMF Tri Hartono, saat Public Expose Live 2026, Rabu (10/6/2026).

Peningkatan pendapatan tersebut terutama ditopang oleh tumbuhnya aktivitas perawatan pesawat pada segmen commercial aviation yang masih menjadi kontributor terbesar bagi bisnis perseroan. Kinerja ini sekaligus memperkuat optimisme manajemen terhadap prospek pertumbuhan GMF sepanjang tahun ini.

Tri menjelaskan, hingga kuartal I 2026 segmen commercial aviation tetap menjadi penyumbang terbesar pendapatan perusahaan. Kontribusinya mencapai 75,4% dari total pendapatan GMF.

Dominasi segmen tersebut menunjukkan kuatnya posisi GMF sebagai salah satu penyedia layanan maintenance, repair, and overhaul (MRO) pesawat di kawasan. Seiring bertambahnya kebutuhan perawatan armada maskapai, perseroan melihat peluang pertumbuhan bisnis masih terbuka lebar.

"Secara keseluruhan hasil dari kuartal pertama ini memberikan awal yang positif bagi perseroan untuk semakin memperkuat keyakinan kami terhadap arah pertumbuhan GMF ke depan," ujarnya.

Profitabilitas Meningkat Signifikan

Selain mencatat pertumbuhan pendapatan, GMF juga berhasil meningkatkan profitabilitas pada kuartal pertama tahun ini. EBITDA perseroan tercatat mencapai USD 17,56 juta dan melampaui target kuartalan yang telah ditetapkan manajemen.

"Pada sisi profitabilitas, persoran mencatat kinerja lebih kuat. EBITDA meningkat secara tahunan menjadi USD 17,56 juta melampaui target kuartal yang telah ditetapkan. Pencapaian ini mencerminkan peningkatan efisiensi operasional serta disiplin pengelolaan biaya terus kami jalankan," kata dia.

Sementara itu, laba bersih GMF melonjak 178,36% secara tahunan menjadi US$ 6,76 juta dibandingkan US$ 3,79 juta pada periode yang sama tahun lalu.

 

Target 2026

Sebelumnya, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) menargetkan total pendapatan tahunan sebesar USD 542,8 juta, dengan estimasi laba bersih USD 35,1 juta pada 2026.

Target ini dibidik oleh anggota Garuda Indonesia Group tersebut usai sukses membukukan laba berjalan sebesar USD 6,76 juta dan pendapatan usaha senilai USD 114,94 juta pada kuartal I 2026.

Direktur Utama GMFI Andi Fahrurrozi mengatakan, target ini bakal dicapai melalui keberlanjutan transformasi korporasi, penguatan fundamental operasional, dan pertumbuhan bisnis profitable.

"Melalui pencapaian positif dan efisiensi yang terjaga di tengah dinamika pasar dan tantangan industri, GMFI siap melangkah lebih jauh dalam menghadirkan solusi terintegrasi bagi industri aviasi maupun sektor lainnya," ujar Andi dalam konferensi pers virtual, Jumat (22/5/2026).

Sasaran tersebut diproyeksikan bakal melanjutkan catatan positif perseroan, setelah meraup pendapatan usaha USD 491,9 juta pada 2025 silam, di mana nilai tersebut tumbuh 16,8 persen dari tahun sebelumnya.

Adapun pada 2025, perseroan juga membukukan laba bersih sebesar USD 33,9 juta, naik signifikan sebanyak 26,3 persen dibanding tahun 2024 sebesar USD 26,9 juta.

 

Total Aset Tumbuh 91,5%

Kinerja GMFI juga meningkat dari sisi neraca dengan total aset melesat menjadi USD 813 juta atau tumbuh 91,5 persen dari tahun sebelumnya. Struktur permodalan juga menunjukkan perbaikan signifikan dengan ekuitas berbalik dari yang sebelumnya negatif sebesar USD 257,9 juta menjadi positif sebesar USD 114,6 juta.

"Peningkatan kinerja ini turut didukung oleh aksi korporasi berupa inbreng lahan senilai Rp 5,6 triliun yang memperkuat nilai aset tetap perseroan serta mengembalikan posisi ekuitas menjadi positif," imbuh Andi.

Menurut dia, pertumbuhan kinerja finansial perseroan ditopang oleh transformasi operasional yang dijalankan secara konsisten sepanjang 2025. Mulai dari peningkatan produktivitas operasional, percepatan turnaround time (TAT), penguatan infrastruktur, hingga pemenuhan berbagai sertifikasi dan kualifikasi internasional.

"Tahun 2025 menjadi momentum pembuktian GMF dalam mengeksekusi berbagai langkah transformasi dan aksi korporasi strategis secara agresif sekaligus terukur. Pencapaian positif ini tentu tidak akan terwujud tanpa fundamental operasional yang semakin solid," tuturnya.

Â