Sukses

Ekonomi Global Membaik, Cermati Saham PT Sri Rejeki Isman Tbk

Isu buruh di China, peningkatan ekonomi global, dan defisit transaksi berjalan Indonesia menjadi berita bagus untuk industri tekstil dan garmen Indonesia. Dengan defisit transaksi berjalan itu, pemerintah berinisiatif untuk memberikan insentif ekspor.

Berita bagus tersebut akan berdampak ke kinerja salah perusahaan garmen terbesar di Indonesia yaitu PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL).
Apalagi pasar domestik besar untuk seragam militer dan peluang meningkatkan ekspor dapat menjadi sentimen positif untuk PT Sri Rejeki Isman Tbk. Demikian mengutip riset PT Bahana Securities, Jumat (4/10/2013).

Hingga semester pertama 2013, penjualan perseroan naik menjadi Rp 2,35 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,83 triliun. Laba bersih perseroan naik menjadi Rp 163 miliar pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 100 miliar.

Dalam riset PT Bahana Securities, pencapaian laba bersih perseroan itu melebihi harapan.  Semester kedua, perseroan diperkirakan akan meningkatkan kinerjanya. Hal itu mengingat faktor musiman menjelang Natal dan tahun baru China mendukung kinerja perseroan.

Dengan harapan pertumbuhan ekonomi global membaik, hal itu berdampak baik untuk PT Sri Rejeki Isman Tbk. Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat, Jerman dan Perancis yang cukup baik pada kuartal kedua 2013 diharapkan berdampak positif untuk perseroan.

Oleh karena itu, dalam ulasan PT Bahana Securities, pendapatan PT Sri Rejeki Isman Tbk dapat dapat mengalahkan perkiraan analis. PT Bahana Securities memperkirakan, pendapatan perseroan mencapai Rp 5,13 triliun dan laba bersih Rp 325 miliar pada 2013.

Rekomendasi Saham

Dalam valuasi PT Bahana Securities, saat ini harga saham SRIL dengan price earning/PE 10,4X pada 2014. Dengan banyak berita bagus, PT Bahana Securities merekomendasikan buy untuk saham SRIL, dengan kenaikan 44% untuk target harga Rp 360. Target itu mengimplikasikan PE 15X pada tahun depan, dan masih diskon lebih dari 10% untuk valuasi 17x pada 12 bulan mendatang. (Amh/Igw)