Emiten BJTM Tebar Dividen Rp 56,62 per Saham, Cek Jadwalnya

Simak jadwal lengkap pembagian dividen tahun buku 2025 PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau BPD Jawa Timur (BJTM).

Diterbitkan 09 Mei 2026, 16:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) atau BPD Jawa Timur akan membagikan dividen tahun buku 2025 sebesar Rp 850,17 miliar. Seiring pembagian dividen itu, pemegang saham akan mendapatkan Rp 56,62 per saham.

Dividen yang dibagikan perseroan sesuai dengan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 6 Mei 2026. Pembagian dividen mempertimbangkan data keuangan per 31 Desember 2025 antara lain laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 1,54 triliun, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp 695,51 miliar dan total ekuitas sebesar Rp 12,94 triliun. Demikian mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (9/5/2026).

Berikut jadwal dividen tahun buku 2025:

  • Tanggal efektif pada 8 Mei 2026
  • Tanggal cum dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 18 Mei 2026
  • Tanggal ex dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 19 Mei 2026
  • Tanggal cum dividen di pasar tunai pada 20 Mei 2026
  • Tanggal ex dividen di pasar tunai pada 21 Mei 2026
  • Tanggal daftar pemegang saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai pada 20 Mei 2026, waktu 16:00
  • Tanggal pembayaran dividen pada 5 Juni 2026

Pada penutupan perdagangan saham Jumat, 8 Mei 2026, harga saham BJTM naik 1,68% menjadi Rp 605 per saham. Saham BJTM dibuka naik lima poin menjadi Rp 600 per saham. Harga saham BJTM berada di level tertinggi Rp 605 dan level terendah Rp 595 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.410 kali dengan volume perdagangan saham 217.042 saham. Nilai transaksi Rp 13 miliar.

Kinerja IHSG Sepekan

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tipis pada perdagangan saham 4-8 Mei 2026. IHSG sepekan turun didorong sejumlah faktor, salah satunya konflik Timur Tengah.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (9/5/2026), IHSG menguat terbatas 0,18% dan ditutup di 6.969,39. Kondisi ini berbeda dari pekan lalu, IHSG merosot 2,42% menjadi 6.956,80.

Sementara itu, kapitalisasi pasar BEI naik 0,19% menjadi Rp 12.406 triliun dari pekan lalu Rp 12.382 triliun.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksono menuturkan, selama sepekan ini, IHSG menguat tipis 0,18% dan masih didominasi oleh tekanan jual pada pekan ini. Pergerakan IHSG tersebut dipengaruhi beberapa hal.

Pertama, rilis data makro Indonesia yang menunjukkan perbaikan, tetapi di sisi lain nilai tukar rupiah masih terdepresiasi atas dolar Amerika Serikat. Kedua, konflik Timur Tengah yang masih berkepanjangan, di mana perundingan Amerika Serikat-Iran yang belum menemui jalan tengahnya sehingga kembali meningkatkan kekhawatiran investor akan krisis energi.

“Faktor ketiga, ada rencana usulan pemerintah untuk menaikkan royalty minerba untuk meningkatkan penghasilan negara,” ujar Herditya saat dihubungi Liputan6.com.

 

Transaksi Perdagangan

Di sisi lain, rata-rata frekuensi transaksi harian naik 9% menjadi 2,55 juta kali transaksi dari 2,34 juta kali transaksi pada pekan lalu. Rata-rata nilai transaksi harian melonjak 26,14% menjadi Rp 23,06 triliun dari Rp 18,27 triliun pada pekan lalu.

Peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata volume transaksi harian BEI. Rata-rata volume transaksi harian menguat 23,57% menjadi 45,86 miliar lembar saham dari 37,11 miliar saham pada pekan lalu.

Selama sepekan, investor asing beli saham Rp 12,26 triliun. Pada pekan lalu, investor asing lepas saham Rp 7,06 triliun.