Bank BJB Tunjuk Helmy Yahya jadi Komisaris

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) tunjuk Helmy Yahya sebagai Komisaris Independen.

Diperbarui 16 April 2025, 17:48 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2024 pada Rabu, 16 April 2025. Beberapa agenda yang disepakati dalam RUPS termasuk pembagian dividen pergantian manajemen, salah satu diantaranya menunjuk Helmy Yahya sebagai Komisaris Independen.

Agenda penggunaan laba bersih Perseroan tahun buku 2024 termasuk pembagian dividen untuk Tahun Buku 2024, yakni sebesar Rp 896,95 miliar atau Rp 85,25 per lembar saham. Angka tersebut setara dengan 65,50% dari laba bersih yang berhasil dibukukan oleh Bank BJB di Tahun Buku 2024 sebesar Rp 1,37 triliun.

Kebijakan dividen tersebut menjadi bukti bahwa kinerja keuangan Bank BJB mampu memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.

Agenda lainnya menyangkut pembaruan Rencana Aksi Pemulihan (Recovery Plan) Bank BJB. "Rencana ini merupakan bagian dari sistem mitigasi risiko yang proaktif, disusun untuk menjawab berbagai tantangan ekonomi makro dan menjaga kesinambungan operasional perusahaan dalam jangka panjang," ungkap Sekretaris Bank BJB, Ayi Subarna dalam keterangan resmi, Rabu (16/4/2025).

Selain itu, rapat juga menyetujui rencana restrukturisasi organisasi perseroan. Langkah ini dipandang krusial untuk meningkatkan efisiensi dan responsivitas perusahaan terhadap perubahan struktur pasar, sekaligus memperkuat fleksibilitas organisasi dalam menjalankan berbagai inisiatif transformasi.

Pemegang saham juga menyepakati perubahan susunan pengurus Perseroan. Perubahan ini mencakup pengangkatan dan pemberhentian anggota Direksi dan Dewan Komisaris. Beberapa jabatan baru akan berlaku efektif setelah mendapat persetujuan dari OJK atas hasil Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (Fit and Proper Test).

Dengan demikian, maka susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Bank BJB adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris dan Direksi

Dewan Komisaris

Komisaris Utama Independen: Wowiek Prasantyo

Komisaris: Herman Suryatman

Komisaris: Rudie Kusmayadi

Komisaris: Tomsi Tohir

Komisaris Independen: Helmy Yahya

Komisaris Independen: Novian Herodwijanto

 

Direksi 

Direktur Utama: Yusuf Saadudin

Direktur Kepatuhan: Joko Hartono Kalisman

Direktur Korporasi dan UMKM: Mulyana

Direktur Konsumer dan Ritel: Nunung Suhartini

Direktur Operasional dan Teknologi Informasi: Ayi Subarna

Direktur Keuangan: Hana Dartiwan

 

Dukung Pertumbuhan Ekonomi

"RUPST ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen Bank BJB dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, khususnya di Jawa Barat dan Banten. Bank BJB, yang selama ini dikenal sebagai salah satu bank pembangunan daerah terkemuka, terus berupaya memperluas jangkauan layanannya dengan tetap mematuhi prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik," kata Ayi.

Bank BJB juga mencatatkan kinerja yang solid sepanjang tahun 2024. Laba bersih mencapai Rp 1,3 triliun dengan rasio kredit bermasalah (NPL) yang terjaga di level 2.22%. Total aset meningkat menjadi Rp 219,9 triliun, menjadikan Bank BJB sebagai BPD dengan aset terbesar di Indonesia. Capaian ini tidak terlepas dari penguasaan pasar yang kuat, dukungan teknologi yang terus ditingkatkan, serta kolaborasi erat dengan pemegang saham utama.

"Dengan semangat transformasi dan profesionalisme tinggi, Bank BJB memantapkan langkah menuju masa depan yang lebih kuat dan berkelanjutan. RUPST Tahun Buku 2024 menjadi refleksi dari komitmen perusahaan dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan," pungkas Ayi.