Sukses

SCMA Bakal Tebar Dividen 2021 Rp 2,5 per Saham

Liputan6.com, Jakarta - PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) akan membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2021 sebesar Rp 2,5 per saham.

Pembagian dividen itu telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Surya Citra Mediaa, Rabu, 29 Juni 2022. RUPST juga menyetujui pembentukan program kepemilikan saham manajemen dan karyawan atau management and employee stock ownership program/MESOP) dengan jumlah sebanyak-banyaknya 260 juta lembar saham atau 0,35 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan.

“Dividen sebesar Rp 2,5 per lembar saham, lalu persetujuan keputusan untuk pengalihan sebagian saham treasuri untuk MESOP dengan jumlah sebanyak-banyaknya 260 juta atau 0,35 persen dari modal disetor dan ditempatkan penuh perseroan,” ujar Direktur Utama PT Surya Citra Media Tbk Sutanto Hartono, saat paparan publik, Rabu (29/6/2022).

Sebelumnya, perseroan mencatat pendapatan Rp 5,93 triliun pada 2021. Pendapatan tersebut naik 16,25 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 5,1 triliun.

Adapun laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 17,3 persen menjadi Rp 1,34 triliun dari Rp 1,18 triliun pada 2020. Laba per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 21,32 naik dari sebelumnya Rp 16,20.

Belanja Modal

Untuk belanja modal atau capital expenditure 2022, perseroan menyiapkan dana Rp 350 miliar yang berasal dari kas perseroan. Belanja modal tersebut meningkat dari realisasi 2021 sekitar Rp 200 miliar. Sutanto mengatakan, dana belanja modal digunakan untuk fasilitas produksi konten dan infrastruktur. Hingga kini, belanja modal tersebut sudah diserap sekitar 50 persen.

“Terutama pengembangan dua hal fasilitas produksi konten dan kedua infrastruktur dibutuhkan untuk migrasi ke digital. Bahwa undang-undang mensyaratkan sebelum akhir tahun akan terjadi analog switch off, haruskan seluruh televisi persiapkan platform digital dan saat ini kami sudah lakukan itu,” ujar dia.

Adapun dari total 49 area, 44 area sudah beroperasional secara digital sejak ASO fase pertama dan dunia. Perseroan pun telah distribusikan 34.337 set to box (STB) kepada rumah-rumah keluarga kurang mampu di seluruh Indonesia per 19 Juni 2022.

"Tinggal lima lagi masih tunggu alokasi frekuensi tetapi secara infrastruktur sudah siap. Itu membutuhkan dana cukup besar untuk pengembangan tetapi ini program sudah dicanangkan dan kita dukung program pemerintah,” kata dia.

Hingga kuartal I 2022, perseroan mencatat pendapatan naik 9,3 persen menjadi Rp 1,53 triliun jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 1,40 triliun. Adapun laba periode berjalan turun 25 persen menjadi Rp 261,67 miliar selama tiga bulan pertama 2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 349,07 miliar.

Total aset naik 2,3 persen menjadi Rp 10,14 triliun hingga Maret 2022 dari periode Desember 2021 sebesar Rp 9,91 triliun. Perseroan mencatat liabilitas turun 2,4 persen menjadi Rp 2,39 triliun hingga 31 Maret 2022 dari Desember 2021 sebesar Rp 2,45 triliun. Total ekuitas perseroan naik 3,9 persen menjadi Rp 7,75 triliun hingga Maret 2022 dari Desember 2021 sebesar Rp 7,46 triliun.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Kinerja 2021

Sebelumnya, PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) membukukan kenaikan pendapatan 16,25 persen menjadi Rp 5,93 triliun dibanding posisi tahun sebelumnya sebesar Rp 5,1 triliun.

Merujuk laporan keuangan Surya Citra Mediayang disampaikan kepada bursa, ditulis Senin (4/4/2022), pada periode tersebut, beban program dan siaran tercatat naik menjadi Rp 2,89 triliun dari sebelumnya Rp 2,49 triliun. Beban usaha turun dari Rp 2,54 triliun pada 2020 menjadi Rp 1,34 triliun pada 2021.

Pada saat bersamaan, perseroan juga mencatatkan pendapatan operasi lainnya sebesar Rp 78,11 miliar, naik dibanding tahun sebelumnya Rp 34,15 miliar. Sementara beban operasi lainnya turun menjadi Rp 20,56 miliar dari sebelumnya Rp 30,04 miliar. Dengan rincian tersebut, perseroan berhasil mencatatkan laba usaha sebesar Rp 1,75 triliun, naik 20,07 persen dari Rp 1,46 triliun pada 2020.

Pendapatan keuangan perseroan sepanjang 2021 susut menjadi Rp 16,81 miliar dari Rp 29,56 miliar pada 2020. Bagian laba dari entitas asosiasi tercatat naik tipis menjadi Rp 7,72 miliar dari Rp 6,92 miliar. Beban keuangan naik menjadi Rp 51,32 miliar dibanding sebelumnya sebesar Rp 7,86 miliar.

Setelah dikurangi beban pajak penghasilan, perseroan mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp 1,34 triliun, naik 16,34 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 1,15 triliun.

 

3 dari 4 halaman

Laba Perseroan

Adapun laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 17,3 persen menjadi Rp 1,34 triliun dari Rp 1,18 triliun pada 2020. Laba per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 21,32 naik dari sebelumnya Rp 16,20.

Dari sisi aset perseroan hingga 31 Desember 2021 tercatat sebesar Rp 9,91 triliun, naik dibanding posisi akhir 2020 sebesar Rp 6,77 triliun. Terdiri dari aset lancar Rp 6,66 triliun dan aset tidak lancar Rp 3,25 triliun.

Dari sisi liabilitas tercatat turun menjadi Rp 2,45 triliun dari Rp 2,87 triliun pada 2020. Terdiri dari liabilitas jangka pendek sebesar Rp 1,7 triliun dan sisanya Rp 754,57 miliar merupakan liabilitas jangka panjang.

Sementara ekuitas sampai dengan akhir 2021 tercatat mengalami kenaikan menjadi Rp 7,46 triliun dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 3,9 triliun.

 

4 dari 4 halaman

Alihkan Saham Treasuri untuk Program MESOP

Sebelumnya, PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) berencana melaksanakan program kepemilikan saham manajemen dan karyawan (management and employee stock ownership program/Program MESOP).

Dalam program tersebut, perseroan akan memberikan saham secara cuma-cuma melalui pengalihan sebagian saham treasuri dengan jumlah sebanyak-banyaknya 260 juta lembar saham atau 0,35 persen dari saham ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan.

Rencana untuk pengalihan sebagian saham treasuri melalui MESOP tersebut akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Surya Citra Media yang akan diselenggarakan pada 29 Juni 2022.

"Program MESOP ditujukan untuk meningkatkan rasa memiliki terhadap Perseroan, sehingga akan meningkatkan kinerja masing-masing peserta program MESOP yang pada akhirnya akan meningkatkan kinerja Perseroan,” ungkap manajemen Surya Citra Media Tbk dalam keterbukaan informasi bursa, ditulis Selasa (24/5/2022).

Perseroan menetapkan harga pelaksanaan untuk mengambil bagian dari saham treasuri, sekurang- kurangnya dengan harga rata-rata perolehan saham hasil buyback perseroan, yakni Rp 272 per saham. Total saham treasuri perseroan saat ini berjumlah 10.763.194.120 saham yang merupakan 14,55 persen dari total saham ditempatkan dan disetor perseroan.

Program MESOP akan dilaksanakan dalam jangka waktu lima tahun setelah Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan menyetujui Program MESOP ini.

Apabila dianggap relevan oleh Direksi perseroan, setiap saham yang dibagikan kepada peserta program MESOP akan memiliki waktu tunggu (vesting period) selama empat tahun. Saham akan diterbitkan 25 persen setiap tahunnya.