Sukses

Wall Street Melesat Setelah The Fed Beri Sinyal Kenaikan Suku Bunga

Liputan6.com, New York - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street menguat pada perdagangan Rabu,25 Mei 2022. Wall street melejit setelah risalah pertemuan kebijakan the Federal Reserve (the Fed) Mei menunjukkan bank sentral siap menaikkan suku bunga lebih jauh dari yang diantisipasi pasar.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones melonjak 191,66 poin atau 0,6 persen ke posisi 32.120,28. Indeks S&P 500 menanjak 0,9 persen menjadi 3.978,73. Indeks Nasdaq bertambah 1,5 persen menjadi 11.434,74. Rata-rata indeks acuan saat ini cenderung menguat dalam sepekan.

Risalah dari pertemuan the Fed pada 3-4 Mei 2022 menunjukkan pejabat melihat perlunya menaikkan suku bunga dengan cepat dan mungkin lebih dari harga pasar untuk memadamkan tekanan inflasi baru-baru ini.

"Sebagian besar peserta menilai kenaikan 50 basis poin dalam kisaran target kemungkinan akan sesuai pada beberapa pertemuan berikutnya,” bunyi risalah tersebut.

Selain itu, anggota Komite Pasar Terbuka the Federal Reserve mengindikasikan sikap kebijakan yang membatasi mungkin menjadi tepat tergantung pada prospek ekonomi yang berkembang dan risiko terhadap prospek tersebut.

Imbal hasil treasury atau obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun sedikit berubah setelah rilis terhenti di sekitar 2,75 persen.

Namun, saham melambung ke level tertinggi setelah risalah dirilis. Baru-baru ini, ketakutan investor telah bergeser ke tingkat lebih tinggi dan menuju kemungkinan resesi karena inflasi tetap mendekati level tertinggi dalam 40 tahun.

"Tidak ada kejutan, itulah sebabnya kami mungkin terpental, dan bahkan setelah itu terjadi, kami berada di mana-mana.” ujar Chief Investment Officer Bleakly Advisory Group, Peter Boockvar dikutip dari CNBC, Kamis (26/5/2022).

Ia menuturkan, hal tersebut tidak ada yang baru di dalamnya tetapi pasar tidak ingin mendengar sesuatu yang lebih hawkish ketimbang yang sudah dipaparkan.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Gerak Saham di Wall Street

Saham ritel tetap menjadi fokus pada perdagangan Rabu, 25 Mei 2022 dan memimpin pasar lebih tinggi setelah rata-rata indeks acuan dibuka di zona merah. Saham yang berbalik arah ini seiring penawar masih bersaing untuk akuisisi Kohl yang sahamnya melonjak hampir 11,9 persen. The SPDR S&P Retail ETF naik 6,8 persen.

Saham Nordstrom melonjak lebih dari 14 persen setelah perusahaan melampaui harapan penjualan dan meningkatkan prospek setahun penuh.

Saham Dick’s Sporting Goods naik 9,7 persen seiring laba yang kuat meskipun memangkas prospeknya. Saham Best Buy naik hampir 9 persen, meski mendapatkan downgrade dari Barclays yang ikuti laporan laba yang beragam pada Selasa, 24 Mei 2022.

Ritel telah melaporkan pelaporan pendapatan sejak pekan lalu yang telah menarik perhatian investor yang ingin melihat bagaimana perusahaan mengelola inflasi yang sangat tinggi. Investor dan analis tampak seperti kehancuran ritel mencerminkan pergeseran permintaan konsumen untuk layanan dari pada barang. Beberapa telah menyarankan saham mungkin mendapatkan terlalu banyak pukulan untuk hasil kinerja ritel.

“Saya tahu semua orang fokus pada Walmart dan Target yang menakuti investor ketika mereka turun pada hasil yang lemah pekan lalu,” ujar Chief Investment Strategist Hightower Advisors Stephanie Link.

 

3 dari 4 halaman

Selanjutnya

Ia menambahkan, mari fokus pada sesuatu seperti TJX yang benar-benar memberikan dan meningkatkan panduan marginnya.

“Layanan dan high end sebenarnya masih cukup bagus karena orang ingin membeli barang untuk acara-acara,” ia menambahkan.

Di sisi lain, saham teknologi melambung setelah memimpin kerugian pasar di sesi sebelumnya. Saham Intuit melonjak 8,2 persen setelah perusahaan perangkat lunak pajak melaporkan laba dan pendapatan kuartalan yang lebih baik dari perkiraan dan perusahaan menaikkan prospek kuartal saat ini.

DocuSign dan Zoom Video masing-masing naik lebih dari 8 persen. Saham Nvidia bertambah 5 persen. Selain itu, sektor saham diskresi konsumen dan energi mencatat kinerja terbaik di indeks S&P 500. Sektor saham tersebut masing-masing naik sekitar 2,8 persen dan hampir dua persen.

Bahkan dengan kenaikan pada perdagangan Rabu pekan ini, semua rata-rata indeks acuan masih jauh dari posisi terendahnya. Indeks Nasdaq mengungguli indeks lainnya dengan turun sekitar 29,5 persen dari level tertinggi dalam 52 minggu. Indeks S&P 500 merosot 17,4 persen dari rekornya. Indeks Dow Jones naik 13 persen dari level tertingginya.

4 dari 4 halaman

Penutupan Wall Street pada 24 Mei 2022

Sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street bervariasi pada perdagangan Selasa, 24 Mei 2022 seiring kekhawatiran dari peringatan suram Snap yang menyebar ke saham teknologi lainnya. Sementara itu, indeks Dow Jones menguat pada perdagangan Selasa pekan ini.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Nasdaq melemah 2,4 persen menjadi 11.264,45. Indeks S&P 500 tergelincir 0,8 persen ke posisi 3.941,48. Indeks Dow Jones bertambah 48,4 poin atau 0,2 persen menjadi 31.928,62. Indeks Dow Jones sempat turun 1,6 persen di awal sesi perdagangan.

Indeks saham unggulan mendapatkan dorongan dari grup UnitedHealth yang melonjak 1,1 persen menjelang penutupan perdagangan. Komponen Dow, McDonald’s, Verizon dan IBM semuanya menguat lebih dari dua persen.

Di sisi lain, imbal hasil treasury atau obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun membuat pergerakan tiba-tiba melemah. Hal ini karena investor khawatir resesi mendorong harga obligasi lebih tinggi. Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun turun 2,73 persen setelah melampaui tiga persen awal tahun ini.

Saham perusahaan teknologi memimpin koreksi pada perdagangan Selasa pekan ini seiring investor mengkhawatirkan perlambatan iklan digital menyusul peringatan dari perusahaan media sosial Snap.

Saham Snap anjlok 43 persen setelah perusahaan mengatakan bersiap untuk kehilangan target pendapatan dan laba pada kuartal saat ini. Snap juga memperingatkan penurunan dalam perekrutan. Ikuti Snap, saham Meta Platforms melemah 7,6 persen. Induk Google Alphabet turun hampir lima persen dan mencapai level terendah baru 52 minggu.

“Penyebab utamanya adalah peringatan Snap dari Senin malam. Beberapa agak tidak percaya bahwa perusahaan media sosial yang realtif kecil dan tidak menguntungkan dapat menghapus penguatan, tetapi mengingat betapa sensitifnya, SNAP mampu meninju di atas bobotnya,” ujar Adam Crisafulli dari Vital Knowledge, dikutip dari CNBC, Rabu, 25 Mei 2022.

Ia menambahkan, teknologi masih mendominasi pasar baik secara numerik (tetap menjadi bobot terbesar) dan psikologis. "Meskipun likuidasi agresif dalam beberapa bulan terakhir, orang masih memiliki banyak,” kata dia.