Sukses

Aset Investor Ritel Kecil, OJK Minta Genjot Kepemilikan Institusi dan Asing

Liputan6.com, Jakarta - Sepanjang tahun lalu, investor pasar modal tanah air mencatatkan pertumbuhan signifikan. Investor pasar modal ditunjukkan dengan jumlah SID sebanyak 7,5 juta SID, naik sekitar 93 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kendati begitu, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen mengatakan, kendati investor ritel tumbuh signifikan, tetapi dari sisi aset masih relatif lebih kecil. Sehingga ke depannya, selain mengembangkan angka investor ritel, di saat bersamaan perlu juga untuk memperhatikan porsi investor asing dan institusi.

“Pada kenyataannya jumlah investor yang begitu besar namun dana atau aset yang dimiliki oleh para investor yang jumlahnya 7,5 juta ini relatif masih kecil dibanding dengan kepemilikan investor institusional atau asing khususnya,” kata Hoesen dalam Seminar Pencapaian Pasar Modal 2021, Selasa (25/1/2022).

Hoesen menambahkan, keseimbangan porsi investor domestik dan institusi atau asing, dinilai akan menjadi daya tahan bagi pasar modal tanah air.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Investor Baru pada Awal 2022

Sebelumnya dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi menyampaikan terdapat 260.000 ribu investor baru di pasar modal sampai dengan 21 Januari 2022. Mayoritas atau sekitar 81 persen dari angka tersebut merupakan investor dari generasi milenial dan GenZ.

“Hingga 21 Januari 2022 telah terdapat penambahan lebih dari 260.000 investor pasar modal beru menjadi 7,75 juta investor,” ungkapnya.

Di antara investor pasar modal itu, Inarno mengatakan jumlah investor saham juga mengalami peningkatan lebih dari 80.000 investor menjadi 3,5 juta investor.

“Peningkatkan jumlah investor termasuk dengan aktivitas investor ritel juga merupakan hasil dari upaya Bursa Efek Indonesia bersama stakeholder yang terus-menerus dalam melakukan sosialisasi, edukasi dan literasi kepada masyarakat,” imbuh Inarno.