Sukses

Orang Terkaya di India Beli Saham Mandarin Oriental New York

Liputan6.com, Jakarta - Reliance Industries Ltd  milik Mukesh Ambani setuju membeli 73,37 persen saham secara tidak langsung di Mandarin Oriental New York seharga USD 98,15 juta atau setara Rp 1,4 triliun. Hal itu disampaikan perseroan dalam pengajuan bursa, Sabtu, 8 Januari 2022.

Reliance Industrial Investments and Holdings, unit yang sepenuhnya di bawah naungan Reliance Industries membeli seluruh modal saham yang dikeluarkan dari Columbus Center Corp. Sebuah perusahaan yang berlokasi di Kepulauan Cayman yang secara tidak langsung memiliki saham di hotel mewah tersebut.

Perusahaan pun  berupaya membeli sisa saham dari pemilik lain dengan penilaian yang sama. Transaksi diharapkan selesai pada akhir Maret.

Di samping itu, Reliance juga ekspansi pembelian atas saham Stoke Park Ltd. Perusahaan ini memiliki dan mengelola hotel, fasilitas olahraga dan rekreasi di Buckinghamshire. Harga pembelian saham senilai USD 79 juta setara Rp 1,12 triliun (estimasi kurs Rp 14.293 per dolar AS) pada April.

Relience Industrial merupakan perusahaan yang dikendalikan oleh orang terkaya di Asia memiliki ambisi untuk memperluas rangkaian akuisisinya.

Hal ini guna mengurangi ketergantungan pendapatan yang hanya bersumber dari bisnis penyulingan minyak tradisional entitas.

"Akuisisi ini akan menambah jejak grup bisnis consumer dan hospitality," kata Reliance dalam sebuah pernyataan, dikutip dari lama Yahoo Finance, Senin (10/1/2022).

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Ekspansi Lainnya

Bersama dengan Stoke Park, perusahaan memiliki investasi di operator hotel India EIH Ltd. Kemitraan juga tengah mengembangkan pusat konvensi, hotel, dan tempat tinggal terkelola yang canggih di distrik bisnis utama Mumbai.

Awal pekan ini, Relience membeli 25,8 persen saham di perusahaan pengiriman Dunzo yang berbasis di Bangalore senilai USD 200 juta atau Rp 2,85 triliun. Aksi ini sebagai langkah demi meningkatkan portofolio ritelnya di salah satu pasar konsumen terbesar di dunia.

 

Reporter: Ayesha Puri