Sukses

Wall Street Melambung Imbas Harapan Pertumbuhan Ekonomi, Indeks Dow Jones Sentuh 35.061

Liputan6.com, New York - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street menguat pada perdagangan Jumat, 23 Juli 2021 dengan indeks acuan mencapai rekor baru. Wall street kompak naik seiring investor mengatasi kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi pada awal pekan ini.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones ditutup di atas 35.000 untuk pertama kali. Indeks Dow Jones telah naik lebih dari 14 persen pada 2021. Indeks acuan ini melonjak 238,20 poin atau 0,68 persen menjadi 35.061,55, dan menguat selama empat hari berturut-turut.

Indeks S&P 500 naik 1,01 persen menjadi 4.411,79 dan Nasdaq menanjak 1,04 persen menjadi 14.836,99. Indeks Nasdaq mendaki 1,04 persen menjadi 14.836,99.

Imbal hasil obligasi bertenor 10 tahun melambung menjadi 1,28 persen sehingga meredakan kekhawatiran tentang ekonomi. Imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun turun ke level terendah dalam lima bulan ke posisi 1,13 persen pada awal pekan ini.

"Pasar obligasi telah mengejutkan semua orang. Kekuatan reli memberi tahu pasar saham apa yang terjadi dengan inflasi mungkin melampaui batas, banyak dari hal-hal ini tidak endemic dan tidak akan menjadi hal-hal yang harus kita jalani seperti dulu pada 1970 dan 1980-an,” ujar Portfolio Manager Chilton Trust, Nick Frelinghuysen dilansir dari CNBC, Sabtu (24/7/2021).

Pendapatan yang kuat dari saham teknologi membuat investor di wall street optimistis menjelang laporan pekan depan dari nama-nama besar di sektor teknologi.

2 dari 4 halaman

Saham Teknologi Menguat

Saham Twitter dan Snap masing-masing melonjak tiga persen dan 2,4 persen. Hal ini seiring laporan pendapatan kuartal II 2021 lebih baik dari perkiraan.

"Hasil dari Snap dan Twitter hanyalah cerminan belanja iklan digital akan kembali. Anda melihat riak itu masuk ke Google dan Facebook,” ujar dia.

Facebook naik lebih dari lima persen. Alfabet bertambah tiga persen. Dua perseroan tersebut akan melaporkan kinerja bersama dengan Apple, Microsoft dan Amazon pada pekan depan.

Rata-rata indeks saham acuan tersebut ditutup di zona hijau setelah tertekan dan alami aksi jual tajam pada awal pekan ini. Indeks Dow Jones turun lebih dari 700 poin untuk memulai awal pekan ini karena imbal hasil yang turun membuat investor saham khawatir tentang ekonomi.

Pada pekan ini, indeks S&P 500 naik dua persen, indeks Nasdaq bertambah 2,8 persen dan Dow Jones menanjak 1 persen. Selain itu, penyebaran varian delta COVID-19 juga menjadi sentimen untuk sektor saham teknologi.

"Kami melihat selama pandemi COVID-19 saham teknologi dan pendapatan mereka yang terbaik, dan saya pikir banyak investor akan kembali,” ujar Chief Investment Strategist BMO Wealth Management, Yung-Yu Ma.

Ia menuturkan, suku bunga jangka panjang yang merosot juga membuat saham-saham itu menjadi lebih menarik.

3 dari 4 halaman

Didukung Kinerja yang Kuat

Adapun pasar saham secara keseluruhan telah didukung oleh musim laporan pendapatan yang kuat yang ditunjukkan dari perusahaan masuk dalam indeks S&P 500.

Dari perusahaan itu, 88 persen telah melaporkan kejutan yang positif berdasarkan FactSet. Hal ini akan menandai persentase tertinggi dari kejutan yang dilaporkan dalam indeks S&P 500 sejak 2008 jika angka itu bertahan sepanjang musim pendapatan.

Berdasarkan Refinitiv, pertumbuhan laba untuk kuartal II diperkirakan mencapai 76 persen. Margin laba juga bertahan dalam hadapi kenaikan inflasi dengan perusahaan melaporkan rata-rata marjin laba 12,8 persen.

Sementara itu, American Express melaporkan hasil kuartalan yang lebih baik dari yang diharapkan sehingga mendorong sahamnya naik 1,3 persen.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini