Sukses

Tak Kalah dari Aksi Gojek-Tokopedia Jadi GoTo, Ini Daftar Merger Perusahaan saat Pandemi COVID-19

Liputan6.com, Jakarta - Aktivitas merger dan akusisi secara global cukup marak di tengah pandemi COVID-19. Aktivitas merger dan akusisi mencapai USD 1,3 triliun atau naik 94 persen pada kuartal I 2021 dari kuartal I 2020.

Lonjakan aktivitas merger dan akuisisi itu dipicu saham teknologi dan dari perusahaan special purposes acquition corporation (SPAC), demikian berdasarkan data Refinitif.

Di Indonesia, baru-baru ini diumumkan merger dari dua perusahaan rintisan Gojek dan Tokopedia. Di tengah pandemi COVID-19, Gojek dan Tokopedia akhirnya resmi mengumumkan merger dan membentuk membentuk grup GoTo. Sebelumnya kabar merger ini santer terdengar awal 2021.

Pembentukan GoTo ini menghasilkan kolaborasi usaha terbesar di Indonesia dan antara dua perusahaan internet serta layanan media di Asia hingga kini.

Pembentukan grup GoTo tersebut mengombinasikan layanan e-commerce, on-demand, dan layanan keuangan dan pembayaran, menciptakan platform pertama di Asia Tenggara yang menghadirkan tiga layanan penting dalam suatu ekosistem.

Meski menghasilkan kolaborasi usaha terbesar di Indonesia bahkan di Asia, merger Gojek - Tokopedia ini bukanlah yang pertama. Saat pandemi COVID-19 berlangsung di Indonesia tercatat sejumlah perusahaan telah menggelar penggabungan usaha atau merger yang dirangkum dari berbagai sumber, Selasa (18/5/2021):

2 dari 5 halaman

3 in 1, Merger Tiga Bank Syariah BUMN

Tak kalah heboh, penggabungan tiga bank Syariah BUMN pada awal Februari 2021 juga cukup banyak dibicarakan. Tiga bank yang tersebut yakni PT Bank BRISyariah, PT Bank Syariah Mandiri dan PT BNI Syariah, dengan entitas penerima yakni PT Bank BRISyariah Tbk (BRIS).

Bank hasil merger tersebut kemudian berubah menjadi Bank Syariah Indonesia, tetapi tetap dengan kode perdagangan BRIS di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saat itu, ketiganya membentuk aset bersama senilai Rp 214,6 triliun.

Menteri BUMN, Erick Thohir menyatakan, penggabungan tiga bank syariah BUMN ini dilakukan untuk menciptakan bank syariah berskala besar, guna meningkatkan penetrasi ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Tak hanya menjadi pemain dalam negeri, bank ini dalam lima tahun ke depan juga ditargetkan bisa menjadi menjadi salah satu dari 10 bank syariah terbaik secara global.

Target tersebut merujuk pada jumlah populasi penduduk Indonesia yang didominasi oleh muslim, dan menjadi salah satu negara dengan pendduduk muslim terbesar di dunia.

Saat berita ini ditulis, saham BRIS anjlok 4,29 persen di level 2.010 per saham dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 81,65 triliun.

Sementara kapitalisasi pasar BRIS pada saat penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) hanya sebesar Rp 4,96 triliun, dengan harga IPO Rp 510 per lembar.

3 dari 5 halaman

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) resmi merger dengan PT Styrindo Mono Indonesia (PT SMI). Hal ini diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar awal Desember tahun lalu.

Manajemen TPIA menjelaskan, tujuan dari merger perusahaan adalah untuk menciptakan perusahaan petrokimia yang lebih terintegrasi di Indonesia. Serta lebih mampu bersaing dengan pemain petrokimia utama ]nya di regional yang sebagian besar telah terintegrasi.

PT SMI merupakan entitas anak TPIA yang didirikan pada 1991. Merupakan satu-satunya manufaktur styrene monomer di Indonesia dengan kapasitas produksi 340 kiloton per annum (KTA) yang berlokasi di Bojonegara, Serang, Banten.

Styrene monomer, produk utama SMI merupakan bahan bagi industri hilir seperti PS (Polystyrene), EPS (Expanded Polystyrene), SAN (Styrene Acrylonitrile), ABS (Acrylonitrile Butadiene Styrene), SBR (Styrene Butadiene Rubber), SBL (Styrene Butadiene Latex) and UPR (Unsaturated Polyester Resin).

SMI memiliki entitas anak PT Redeco Petrolin Utama (RPU). SMI juga menggandeng Compagnie Financiere Michelin (Michelin) untuk membuat joint venture pabrik manufaktur karet sintetis, PT Synthetic Rubber Indonesia.

4 dari 5 halaman

Merger BCA Syariah dengan Bank Interim

Hasil dari RUPSLB PT BCA Syariah pada November 2020 menyetujui rancangan penggabungan Bank Interim ke dalam BCA Syariah.

Sebelumnya, pada akhir September lalu, induk usaha BCA Syariah yakni Bank Central Asia menyelesaikan akuisisi PT Bank Interim Indonesia (sebelumnya Bank Rabobank International Indonesia) dari Coöperatieve Rabobank U.A. (CRUA). 

Pengalihan saham Bank Interim dilakukan pada 25 September 2020 setelah persetujuan penyertaan modal, akuisisi serta kemampuan dan kepatutan (fit and proper) diperoleh dari Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia.

Aksi korporasi merger diketahui tidak menyebabkan berubahnya kegiatan utama BCA Syariah sebagai bank yang melakukan usaha di bidang perbankan berdasarkan prinsip syariah. Perseroan juga akan tetap melayani nasabahnya dari berbagai segmen.

Selain itu, merger merupakan salah satu upaya BCA Syariah untuk turut berpartisipasi dalam mendukung konsolidasi perbankan di Indonesia. Serta, memperkuat struktur permodalan bagi percepatan pengembangan perbankan syariah nasional.

 

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini