Sukses

Peran Perempuan dan Karier di Pasar Modal

Liputan6.com, Jakarta - Seiring perkembangannya, perempuan Indonesia kini memiliki hak sama dengan laki-laki dalam berkarier. Hal itu juga termasuk di pasar modal Indonesia.

Dalam Global Gender Gap Report 2021 World Economic Forum per 30 Maret, Indonesia berada di peringkat 101 dengan score 0,69.  Secara regional, Indonesia menempati peringkat 10. Sebagai gambaran, semakin score tersebut mendekati 1, semakin tidak ada ketimpangan.

Ketua Presidium Dewan Asosiasi Pelaku Reksadana dan Investasi Indonesia (APRDI) Prihatmo Hari Mulyanto mengatakan, perempuan memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki untuk berkarier di pasar modal.

Dalam kacamata Prihatmo, cukup banyak perempuan yang sukses berkarier di pasar modal. Di antaranya ada yang menjadi pimpinan regulator, SRO, maupun di perusahaan efek.

“Tidak ada batasan gender untuk berkarier di pasar modal. Selama memiliki pengetahuan, keterampilan, network, keterampilan bersosialisasi, serta integritas yang tinggi, laki atau perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk sukses,” kata dia kepada Liputan6.com, Rabu (21/4/2021).

2 dari 3 halaman

Karier di Pasar Modal untuk Perempuan Terbuka Lebar

Dihubungi secara terpisah, Direktur Retail and Treasury Mandiri Sekuritas, Theodora Manik mengatakan hal serupa. "Karier di pasar modal untuk perempuan terbuka lebar,” kata dia.

"Di Mandiri Sekuritas, sebagai bagian dari Mandiri Group tidak ada diskriminasi gender dalam mengembangkan karier. Semua karyawan dinilai dan diberikan penghargaan berdasarkan kinerja mereka," ia menambahkan.

Adapun jajaran Direksi Mandiri Sekuritas saat ini terdiri dari dua perempuan dan dua laki-laki. Hal ini dapat dilihat sebagai representasi dari kesetaraan. Secara umum, Theodora mengatakan tantangan berkarier di pasar modal baik bagi perempuan dan laki-laki sama saja. 

Yaitu bagaimana untuk fokus memberikan kinerja yang terbaik di perusahaan tempat bekerja, termasuk berinovasi. Sehingga dapat menghadapi berbagai tantangan di industri pasar modal, seperti persaingan dengan perusahaan lain, perkembangan teknologi digital yang pesat dan mempengaruhi gaya hidup masyarakat, dan lain-lain. 

"Sepanjang pengetahuan saya berkarier di pasar modal, target perusahaan kepada individu karyawan tidak membedakan soal gender,” kata Theodora.

Theodora mengawali karier di Bank Mandiri sejak 1996. Ia juga pernah menjabat di berbagai bidang, terakhir VP Treasury Bank Mandiri. Kemudian bergabung di Mandiri Sekuritas sejak 2020 sebagai Direktur Retail and Treasury.

"Di Mandiri Sekuritas porsi karyawan laki-laki lebih banyak (60 persen) dibandingkan perempuan. Namun dalam berkarier, kami tidak pernah dibedakan berdasarkan gender. Semua bisa berkontribusi dan berkembang,” ia menambahkan.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini