Sukses

Top 3: Phapros Genjot Produksi Terkait COVID-19 pada 2021

Liputan6.com, Jakarta - Anak usaha PT Kimia Farma Tbk yaitu PT Phapros Tbk (PEHA) akan meluncurkan 12 produksi farmasi terbaru untuk menggenjot pertumbuhan kinerja perseroan pada 2020. Produk tersebut terutama terkait COVID-19.

Direktur Utama PT Phapros Tbk, Hadi Kardoko mengatakan, selain mengubah portofolio produk, Phapros juga mempercepat pengembangan produk terkait COVID-19 di bagian penelitian dan pengembangannya dengan melibatkan semua lini baik fungsi operasi dan manufaktur. Hal ini upaya beradaptasi terhadap kondisi pandemi COVID-19.

Permintaan terhadap produksi farmasi pada 2021 masih sama dengan 2020. Produk kesehatan terkait penanganan dan pencegahan COVID-19 dinilai masih menjadi pilihan utama konsumen terutama multivitamin.

Artikel Phapros genjot produksi terkait COVID-19 pada 2021 menyita perhatian pembaca di saham. Ingin tahu apa artikel terpopuler di saham pada Minggu, 11 April 2021? Berikut tiga artikel terpopuler di saham:

1.Phapros Genjot Produksi Terkait COVID-19 pada 2021

Anak usaha PT Kimia Farma Tbk yaitu PT Phapros Tbk (PEHA) akan meluncurkan 12 produksi farmasi terbaru untuk menggenjot pertumbuhan kinerja perseroan pada 2020. Produk tersebut terutama terkait COVID-19.

Direktur Utama PT Phapros Tbk, Hadi Kardoko mengatakan, selain mengubah portofolio produk, Phapros juga mempercepat pengembangan produk terkait COVID-19 di bagian penelitian dan pengembangannya dengan melibatkan semua lini baik fungsi operasi dan manufaktur. Hal ini upaya beradaptasi terhadap kondisi pandemi COVID-19.

Permintaan terhadap produksi farmasi pada 2021 masih sama dengan 2020. Produk kesehatan terkait penanganan dan pencegahan COVID-19 dinilai masih menjadi pilihan utama konsumen terutama multivitamin.

Berita selengkapnya baca di sini

2.OJK Sebut Pasar Saham Mulai Pulih, tapi Potensi Koreksi Sangat Terbuka

 Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Yunita Linda Sari mengatakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai masuk tren bullish pada periode November 2020 pasca hasil pilpres AS yang dimenangkan Joe Biden yang mampu mendorong sentimen positif ke bursa global.

"Meskipun menguat, namun belum flattening. Kasus baru covid-19 di Indonesia masih dapat berpotensi menimbulkan shock bagi pergerakan pasar ke depan meskipun koreksi yang akan terjadi di pasar saham masih wajar," kata Yunita, Minggu, 11 April 2021.

Saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan kasus infeksi Covid-19 pertama di Indonesia pada 2 Maret 2020, tekanan pada pasar saham sangat signifikan di kuartal I 2020.

Berita selengkapnya baca di sini

3.AS Tambah 7 Perusahaan China Masuk Daftar Hitam

 Pemerintahan Amerika Serikat (AS) terus menekan perusahaan teknologi China dengan menambahkan lebih banyak perusahaan ke dalam daftar hitam Departemen Perdagangan.

Pemerintahan Joe Biden menambah tujuh perusahaan China yang memiliki hubungan dengan militer dalam apa yang disebut daftar entitas pada Kamis, 8 April 2021. Langkah tersebut untuk membatasi perusahaan-perusahaan AS untuk berurusan dengan perusahaan tersebut.

Departemen Perdagangan AS menyebutkan tujuh perusahaan tersebut termasuk perusahaan tercatat yang beroperasi di bidang super komputer dan telah membantu pemerintahan China.

Berita selengkapnya baca di sini

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini