Sukses

Investor Asing Jual Saham, IHSG Masih Parkir di Zona Hijau

Liputan6.com, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) fluktuaktif tetapi mampu parkir di zona hijau pada penutupan sesi pertama perdagangan saham Rabu, (7/4/2021). Investor asing pun masih melakukan aksi jual di seluruh pasar.

Mengutip data RTI, IHSG naik tipis 0,01 persen atau 0,5 poin ke posisi 6.003. Indeks saham LQ45 melemah 0,11 persen ke posisi 899,05. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan. Sebanyak 266 saham melemah sehingga menekan IHSG. 204 saham menguat dan 145 saham diam di tempat.

Pada sesi pertama perdagangan saham, IHSG sempat berada di level teritnggi 6.027,87 dan terendah 5.982,06. Total frekuensi perdagangan saham 639.124 kali dengan volume perdagangan 14,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 4,7 triliun.

Investor asing jual saham Rp 200,36 miliar di pasar reguler. Secara sektoral, sebagian besar sektor saham tertekan kecuali sektor saham infrastruktur naik 0,44 persen dan sektor saham perdagangan melonjak 1,05 persen.

2 dari 2 halaman

Gerak Saham

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain saham OMRE naik 25 persen, saham ZYRX menguat 24,77 persen, saham BBHI mendaki 24,73 persen, saham FORU melambung 24,58 persen dan saham ZBRA meroket 24,44 persen.

Selain itu, saham-saham yang melemah antara lain TRUK turun 7 persen, saham FMII susut 6,92 persen, saham RELI merosot 6,8 persen,saham CTBN tergelincir 6,86 persen dan saham APEX merosot 6,83 persen.

Pada sesi pertama, saham-saham yang dibeli investor asing antara lain saham JPFA sebesar Rp 14,1 miliar, saham ADRO sebesar Rp 10,8 miliar, saham BMRI sebesar Rp 8,9 miliar, saham DMAS sebesar Rp 8,6 miliar, dan saham ICBP sebesar Rp 6,5 miliar.

Sedangkan saham-saham yang dilepas investor asing antara lain saham BBCA sebesar Rp 148,7 miliar, saham BBRI sebesar Rp 35,9 miliar, saham BBTN sebesar Rp 27,2 miliar, saham ASII sebesar Rp 20,5 miliar dan saham TLKM sebesar Rp 15,1 miliar.

Bursa saham Asia pun bervariasi. Indeks saham Hong Kong Hang Seng turun 0,65 persen, indeks saham Thailand susut 0,80 persen, indeks saham Shanghai melemah 0,53 persen, indeks saham Singapura tergelincir 0,06 persen. Sementara itu, indeks saham Korea Selatan Kospi naik 0,22 persen, indeks saham Jepang Nikkei bertambah 0,12 persen dan indeks saham Taiwan menguat 0,17 persen.