Sukses

Saham ANTM Cs Tergelincir pada Awal Pekan

Liputan6.com, Jakarta - Saham PT Aneka Tambang Tbk  (ANTM) melemah pada perdagangan saham Senin, 29 Maret 2021. Pelemahan saham ANTM terjadi setelah naik signifikan pada pekan lalu lantaran sentimen pembentukan Indonesia Battery Corporation (IBC).

Mengutip data RTI, saham PT Aneka Tambang Tbk turun 7 persen ke posisi Rp 2.260 per saham. Saham ANTM dibuka stagnan di posisi Rp 2.430 per saham.

Saham ANTM berada di level tertinggi Rp 2.430 per saham dan terendah Rp 2.260 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 68.972 kali dengan nilai transaksi Rp 1,1 triliun.

Selain itu, saham PT Timah Tbk (TINS) juga melemah 6,29 persen ke posisi Rp 1.640 per saham. Saham TINS sempat dibuka naik lima poin ke posisi Rp 1.755 per saham. Saham TINS berada di level tertinggi Rp 1.770 dan terendah Rp 1.630 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 21.293 kali dengan nilai transaksi Rp 156,3 miliar.

Demikian juga saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) tergelincir 2,99 persen ke posisi Rp 4.540 per saham. Saham INCO sempat dibuka naik 20 poin ke posisi Rp 4.700 per saham.

Saham INCO sempat berada di level tertinggi Rp 4.720 dan terendah Rp 4.510 per saham. Total frekuensi 12.983 kali dengan nilai transaksi Rp 178,7 miliar.

Selain itu, emiten tambang lainnya seperti PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) susut 1,21 persen ke posisi Rp 163 per saham.

Saham DKFT sempat dibuka naik dua poin ke posisi Rp 167 per saham. Saham DKFT berada di level tertinggi Rp 168 dan terendah Rp 163 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 1.065 kali dengan nilai transaksi Rp 7,2 miliar.

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga melemah.  IHSG turun 0,46 persen atau 28,74 poin ke posisi 6.166,81. Sebanyak 287 saham melemah sehingga menekan IHSG. 204 saham menguat dan 144 saham diam di tempat.

2 dari 3 halaman

Saham ANTM Cs Naik Pekan Lalu

Sebelumnya pekan lalu saham ANTM Cs ini menguat signifikan. Hal itu terjadi di tengah sentimen pemerintah resmi mengumumkan pembentukan Indonesia Battery Corporation (IBC) sebagai basis pembentukan industri baterai kendaraan listrik (EV battery) di Tanah Air.

Perusahaan holding ini akan terdiri dari empat perusahaan BUMN, yakni PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum (MIND ID), PT Aneka Tambang Tbk (Antam), PT Pertamina (Persero), dan PT PLN (Persero).

Pada Jumat, 26 Maret 2021, saham ANTM ditutup naik 11,47 persen ke posisi Rp 2.430 per saham. Selain saham ANTM yang menguat, sentimen pembentukan Indonesia Battery Corporation juga berdampak positif untuk saham tambang lainnya. Salah satunya PT Vale Indonesia Tbk (INCO).

Saham INCO melambung 7,34 persen ke posisi Rp 4.680 per saham. Selanjutnya, saham PT Timah Tbk (TINS) naik 5,42 persen ke posisi Rp 1.750 per saham. 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini