Sukses

Pasar Khawatir Lonjakan Kasus COVID-19 Bikin Laju IHSG Lesu Saat Awal Pekan

Liputan6.com, Jakarta - Mengawali pekan ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan saham Senin, (25/1/2021). Analis menilai kekhawatiran pasar terhadap varian baru COVID-19 menjadi salah satu penyebab tekanan terhadap pasar saham.

Mengutip data RTI, IHSG susut 0,77 persen ke posisi 6.258,57. Indeks saham LQ45 merosot 0,37 persen ke posisi 987,94. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Pada awal pekan ini, IHSG masih bergerak di kisaran 6.322-6.148. Total volume perdagangan 16,7 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 17 triliun. Investor asing melakukan aksi beli Rp 159,75 miliar di seluruh pasar.

Sebagian besar sektor saham tertekan kecuali sektor saham keuangan naik tipis 0,09 persen. Sektor saham konstruksi merosot 2,66 persen, dan catat penurunan terbesar. Disusul sektor saham pertanian turun 2,61 persen dan sektor saham aneka industri melemah 2,36 persen.

Analis PT Binaartha Sekuritas, Nafan Aji menuturkan, IHSG melemah seiring kebijakan pemerintah memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) menjadi sentimen negatif bagi pasar. Di sisi lain, kenaikan kasus COVID-19 juga menambah sentimen negatif.

Selain itu, belum terdapat data makro ekonomi domestik maupun internasional yang memberikan high impact terhadap pasar. “Secara garis besar, market sangat khawatir terhadap varian baru COVID-19. Bahkan terdapat beberapa negara yang menerapkan kembali kebijakan lockdown,” ujar Nafan.

 

2 dari 3 halaman

Gerak Saham

Sebelumnya, di tengah pelemahan IHSG, saham-saham yang menguat antara lain saham LAND naik 34,21 persen ke posisi Rp 204 per saham, saham PCAR melonjak 25 persen ke posisi Rp 585 per saham, saham CANI menanjak 24,68 persen ke posisi Rp 394 per saham, dan saham KIOS mendaki 24,30 persen ke posisi Rp 665 per saham.

Sedangkan saham PPGL turun 9,42 persen ke posisi 125 per saham, saham INAF merosot 6,99 persen ke posisi 3.990 per saham, saham KICI tergelincir 6,98 persen ke posisi 240 per saham, saham ASJT susut 6,98 persen ke posisi 240 per saham, dan saham BNLI turun 6,98 persen ke posisi 2.400 per saham.

Saham-saham yang dibeli investor asing antara lain saham BBRI sebanyak Rp 216,4 miliar, saham INKP sebanyak Rp 45,3 miliar, saham BMRI sebanyak Rp 39,9 miliar, saham INTP sebanyak Rp 36,9 miliar, dan saham TKIM sebanyak Rp 32,3 miliar.

Lalu saham-saham yang dijual investor asing antara lain saham BBNI sebanyak Rp 52 miliar, saham ARTO sebanyak Rp 49,3 miliar, saham CPIN sebanyak Rp 27,3 miliar, saham MIKA sebanyak Rp 24,2 miliar, dan saham ASII sebanyak Rp 24,1 miliar.

Bursa saham Asia bervariasi. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 2,41 persen, dan catat penguatan terbesar, indeks saham Korea Selatan Kospi naik 2,13 persen, indeks saham Jepang Nikkei mendaki 0,67 persen, indeks saham Thailand sebanyak 0,21 persen, dan indeks saham Shanghai menguat 0,48 persen. Indeks saham Singapura turun 0,53 persen dan indeks saham Taiwan susut 0,45 persen.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini