Sukses

Sentimen Eropa Hentikan Penguatan Wall Street

Liputan6.com, Jakarta - Wall Street terkapar. Reli selama lima hari yang dicetak oleh Indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrial Averang terhenti. Sentimen dari Eropa membuat kedua indeks tersebut terperosok.

Mengutip Bloomberg, Kamis (13/11/2014), Indeks S&P 500 turun 0,1 persen sehingga berada di levelĀ 2,038.25 pada waktu 04.00 Waktu New York, Amerika Serikat (AS).

Indeks Dow Jones turun 2,7 poin atau kurang dari 0,1 persen ke level 17.612,20. Sehari sebelumnya, kedua indeks tersebut menorehkan level tertinggi sepanjang masa.

Ada beberapa kegelisahan di pasar Eropa yang dapat membebani pertumbuhan ekonomi di Amerika. Sentimen tersebut berasal dari pengumuman yang dilakukan oleh Bank of England.

Gubernur Bank of England, Mark Carney mengungkapkan, pertumbuhan dan inflasi di negara tersebut tercatat lebih rendah dibanding perkiraan awal.

Akibat pengumuman tersebut, pelaku pasar memperkirakan bahwa kemungkinan besar hal tersebut akan mempengaruhi keseluruhan pasar di Eropa dan tentu saja juga akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Amerika dan dunia.

Presiden Franklin Wealth Management, Tennessee, Amerika Serikat,Joe Franklin menjelaskan, seharusnya ada kerja sama yang dilakukan oleh negara-negara di Eropa untuk menyelesaikan masalah ekonominya.

"Namun terlihat bahwa tidak ada kerja sama tersebut dan kemungkinan besar akan memperburuk keadaan," jelasnya.

Langkah dari Bank Sentral Eropa, Mario Draghi untuk melakukan pelonggaran moneter mendapat perlawanan dari Kanselir Jerman yang justru menganjurkan untuk melakukan pengetatan fiskal. (Gdn)