Pasokan Listrik di Batam Kembali Normal Usai Gangguan

Wilayah Batam sempat mengalami gangguan listrik yang berdampak pada aktivitas masyarakat, pelayanan publik, hingga kegiatan dunia usaha.

Diterbitkan 15 Oktober 2026, 12:50 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Batam - Gangguan pasokan listrik yang melanda Batam sejak Senin (12/10/2026) kini dinyatakan telah selesai ditangani. Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Amsakar Achmad mengatakan, pasokan listrik telah pulih sepenuhnya berdasarkan informasi terbaru yang ia terima dari penanganan intensif PLN Batam.

BP Batam menegaskan tidak berhenti pada pemulihan listrik. Lembaga itu mengawal pemulihan layanan publik yang terdampak, mulai dari distribusi air bersih hingga aktivitas dunia usaha, agar kembali berjalan normal.

Gangguan listrik berdampak pada aktivitas masyarakat, pelayanan publik, hingga kegiatan dunia usaha. Setelah penanganan intensif oleh PLN Batam, Amsakar menyatakan kondisi kelistrikan telah kembali normal.

"Berdasarkan informasi terbaru yang kami terima, kondisi kelistrikan Batam sudah pulih 100 persen," tegas Amsakar, ditulis Kamis (15/10/2026).

Menurut Amsakar, pemulihan listrik bukan sekadar menyalakan kembali jaringan. Yang terpenting adalah memastikan masyarakat dapat kembali beraktivitas, kebutuhan dasar terpenuhi, dan pelayanan publik berangsur normal.

Pemerintah, katanya, mengawal setiap progres agar layanan dasar bagi warga Kota Batam kembali normal. Amsakar juga mengapresiasi tim teknis PLN Batam. Sejak kejadian berlangsung, BP Batam disebut terus berkoordinasi dengan Direksi PLN Batam beserta jajaran untuk memantau penanganan dan mendorong percepatan pemulihan.

"Kami memahami seluruh lapisan masyarakat merasakan langsung dampak gangguan ini. Karena itu, sejak awal kami terus berkoordinasi dengan PLN Batam dan seluruh pihak terkait agar penanganan berjalan cepat dan langkah-langkah yang diperlukan segera dilakukan. Kami mengapresiasi kerja keras seluruh tim yang terlibat," ujarnya.

Distribusi Air Bersih

Pulihnya listrik tidak serta-merta menormalkan layanan lain yang terdampak. Salah satunya distribusi air bersih, yang operasionalnya bergantung pada pasokan listrik dan kondisi jaringan perpipaan, sehingga memerlukan waktu hingga jaringan terisi kembali secara bertahap.

Data BP Batam per Rabu (14/10/2026) pukul 06.00 WIB menunjukkan sekitar 80 hingga 85 persen area pelanggan telah kembali menerima aliran air pada elevasi normal. Untuk membantu warga di wilayah yang masih terganggu, BP Batam menyiapkan 319 trip mobil tangki dengan prioritas bagi fasilitas kesehatan, rumah sakit, rumah ibadah, dan permukiman terdampak.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam Denny Tondano menjelaskan, pulihnya operasional instalasi pengolahan air tidak membuat seluruh pelanggan langsung menerima air secara normal.

"Jaringan perpipaan membutuhkan waktu untuk kembali terisi hingga tekanan dan volume air stabil. Wilayah yang berada di ujung jaringan maupun kawasan dengan elevasi lebih tinggi berpotensi membutuhkan waktu lebih lama,” jelas Denny.

Warga yang belum menerima aliran air secara normal diharapkan mengikuti informasi resmi mengenai distribusi bantuan dan perkembangan pemulihan di wilayah masing-masing.

 

Ganggu Dunia Usaha

Gangguan listrik turut dirasakan sektor industri dan pelaku usaha yang membutuhkan pasokan energi untuk menjaga operasional. Untuk mengetahui kondisi langsung, BP Batam melalui Kedeputian Bidang Investasi di bawah kepemimpinan Fary Djemy Francis telah mengunjungi sejumlah kawasan industri, investor, pelaku UMKM, dan fasilitas pelayanan publik, termasuk rumah sakit.

"Kami mengapresiasi kerja keras PLN Batam dalam mempercepat pemulihan. Dalam keadaan seperti ini, yang dibutuhkan bukan hanya solusi teknis, tetapi juga kepedulian dan kebersamaan. BP Batam ingin hadir, mendengar, dan memastikan masyarakat serta pelaku usaha tidak menghadapi kesulitan ini sendirian," ujar Fary.

BP Batam juga berkoordinasi dengan pengelola layanan air minum, rumah sakit, bandara, pelabuhan, dan pihak terkait lainnya untuk memantau dampak gangguan terhadap layanan publik. Sejumlah perwakilan dunia usaha disebut turut menyampaikan apresiasi atas langkah pemulihan PLN Batam dan kehadiran BP Batam di lapangan. Koordinasi ini diharapkan membantu mempercepat pemulihan kegiatan ekonomi dan memastikan kendala yang masih terjadi dapat ditangani.

Amsakar mengajak masyarakat Batam tetap tenang dan bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Ia berharap kejadian ini menjadi momentum untuk evaluasi, memperkuat koordinasi, dan meningkatkan keandalan infrastruktur serta kualitas pelayanan publik di Batam.