Pria Lansia Tewas Bersimbah Darah di Kebun, Dianiaya Anak Kandung

Pelaku menganiaya ayahnya menggunakan senjata tajam hingga meninggal dunia.

Diterbitkan 10 Oktober 2026, 19:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Seorang pria lanjut usia bernama Iksan (83) ditemukan tewas bersimbah darah di kebunnya di Dukuh Krajan Selatan, Desa Pengarasan, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Sabtu (10/10/2026). Anak kandung korban berinisial Nasiun (57) diduga menganiaya ayahnya menggunakan senjata tajam hingga meninggal dunia.

Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Nasiun kini telah diamankan di Polsek Bantarkawung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kejadian itu pertama kali diketahui oleh tiga warga yang sedang memanen jagung di lahan berjarak sekitar 30 meter dari kebun korban. Awalnya, mereka tidak menaruh curiga terhadap aktivitas di kebun Iksan. Namun, kecurigaan muncul setelah mereka mendengar teriakan dari arah lokasi kejadian.

Saat memeriksa sumber suara, ketiganya mendapati Iksan tergeletak di tanah dalam kondisi bersimbah darah. Mereka juga melihat seorang pria yang diduga anak korban membawa sebilah golok sebelum meninggalkan lokasi.

Ketiga warga kemudian mendekati korban untuk memastikan kondisinya. Mereka menemukan sejumlah luka pada tubuh pria lanjut usia tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Iksan mengalami luka di bagian kepala dan leher. Salah satu tangannya bahkan dilaporkan mengalami luka parah hingga nyaris putus.

Setelah kejadian itu, Nasiun mendatangi rumah Kepala Desa Pengarasan, Ahmad Nirom. Di sana, ia mengaku telah membacok ayahnya dan meminta Ahmad memeriksa kondisi korban di kebun.

Ahmad membenarkan bahwa Nasiun datang ke rumahnya. Saat itu, ia sedang berada di sawah ketika istrinya menelepon untuk memberitahukan kedatangan Nasiun.

"Saya sedang berada di sawah, kemudian ditelepon istri bahwa N ada di rumah," kata Ahmad Nirom.

Setibanya di rumah, Ahmad mendapat pengakuan langsung dari Nasiun mengenai dugaan penganiayaan terhadap ayah kandungnya.

"Dia bilang, tolong dicek ayah saya mati atau tidak. Tadi habis dibacok," tutur Ahmad menirukan perkataan Nasiun.

Mendengar pengakuan tersebut, Ahmad bersama sejumlah warga segera menuju kebun korban. Setibanya di lokasi, mereka mendapati Iksan sudah tidak bernyawa dengan tubuh bersimbah darah.

 

Motif Sakit Hati

Menurut Ahmad Nirom, Nasiun sempat mengungkapkan alasan di balik perbuatannya. Ia mengaku sakit hati kepada ayahnya.

Meski demikian, penyebab perselisihan antara ayah dan anak tersebut belum diketahui secara pasti. Polisi masih mendalami motif serta rangkaian peristiwa yang berujung pada kematian Iksan.

Anggota Polsek Bantarkawung bersama tim kesehatan telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penanganan awal. Nasiun kemudian diamankan di Polsek Bantarkawung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara itu, tim identifikasi Polres Brebes masih ditunggu untuk melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian sebagai bagian dari proses penyelidikan.

"Iya, ini masih di lapangan (Tempat Kejadian Perkara) penanganan," ujar Kapolsek Bantarkawung Iptu Dwi Utomo kepada wartawan.

Dwi mengatakan pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut. Ia memastikan Nasiun telah diamankan di Polsek Bantarkawung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi akan mendalami kasus ini untuk mengungkap kronologi secara utuh, motif, serta dugaan keterlibatan Nasiun dalam kematian Iksan.