Liputan6.com, Jakarta - Di balik video evakuasi dramatis seorang pria kurus di lereng Gunung Salak, Kabupaten Sukabumi yang viral di media sosial, tersimpan kisah pilu tentang runtuhnya pertahanan mental. Pria tersebut adalah Ayi Solehudin (45), warga Desa Sukajadi, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, yang sempat menghilang selama 2,5 tahun (sebelumnya ditulis 4 tahun).
​Pihak keluarga menegaskan, Ayi bukan tersesat atau hilang di dalam hutan Gunung Salak selama bertahun-tahun. Ayi merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang kerap mengembara ke berbagai daerah. Penyakitnya tersebut kambuh parah sejak orang tuanya meninggal dunia.
​Kini, Ayi telah kembali ke rumah panggungnya yang berdinding bilik bambu. Namun, ia harus menghadapi penderitaan fisik akibat luka-luka yang didapatnya selama mengembara.
Advertisement
Saat ditemui di kediamannya, Ayi tampak kerap memegangi dagunya karena menahan nyeri. Terlihat beberapa bekas luka luar yang mulai mengering di wajahnya.
​Kakak kandung Ayi, Ujang Sulaeman (53), menceritakan bahwa adiknya tersebut mengalami cedera rahang serius dan kehilangan beberapa gigi akibat terjatuh dan terbentur batu selama berada di Gunung Salak.
Berdasarkan cerita yang dihimpun keluarga dari ucapan Ayi yang masih terbata-bata, ia diduga nekat berjalan menembus hutan rimba karena mengalami halusinasi.
Ayi merasa mendapatkan bisikan gaib yang menyerupai suara adiknya untuk masuk ke dalam kawasan hutan.
​"Sakit, jatuh. Dagu kena batu. Gigi patah karena jatuh kena batu," tutur Ujang Sulaeman menirukan penjelasan singkat dari adiknya mengenai cedera tersebut, Rabu (3/6/2026).
"Diajak adik (dalam bayangannya) ke sana. Dua minggu di sana. Makan apa saja yang ada di sana," tambah Ujang.
​Ujang mengungkapkan bahwa adiknya sudah sekitar lima tahun mengalami gangguan kejiwaan akibat berbagai permasalahan pribadi.
Kondisinya sempat stabil berkat pengobatan rutin dari puskesmas setempat. Namun, takdir berkata lain saat orang tua yang selama ini merawat Ayi dengan penuh kasih sayang meninggal dunia.
​Menurut Ujang, sejak kehilangan arah usai wafatnya orang tua, Ayi kerap berjalan kaki sendirian tanpa tujuan.
Selama 2,5 tahun menghilang dari rumah, keluarga sempat mendeteksi keberadaan Ayi di beberapa daerah seperti Ciwidey, Cirebon, hingga Jampang Surade di Sukabumi.
Namun setiap kali hendak disusul, Ayi sudah pergi mengembara lagi hingga akhirnya ditemukan di jalur pendakian ilegal Gunung Salak.
​"Jadi bukan hilang di Gunung Salak selama 2,5 tahun. Tapi sudah menghilang dari rumah sejak 2,5 tahun lalu. Kebetulan terakhir itu dia ternyata berjalan ke Gunung Salak dan ditemukan di sana," tegas Ujang. Saat dievakuasi oleh warga pada Senin (25/5/2026), kondisi fisik Ayi sangat memprihatinkan.
Tubuhnya sangat kurus, lemas, dan mengalami dehidrasi berat. Ujang menyebut adiknya yang dahulu bertubuh cukup gemuk kini menjadi sangat kurus.
Â
​Penjelasan Medis
​Mengenai kondisi tersebut, Kepala Puskesmas Campaka, dokter Tito membenarkan bahwa wafatnya orang tua menjadi pemicu utama kambuhnya gangguan jiwa yang diidap Ayi.
​"Secara psikologis kondisinya terganggu lagi, karena dia merasa orang tuanya yang selama ini mengurusnya. Yang merawat dia selama sakit adalah orang tuanya yang sangat menyayanginya. Nah, setelah orang tuanya meninggal, awalnya dia jadi sering hilang dan pergi tanpa tujuan," jelas Tito.
​Terkait daya bertahan hidup Ayi yang di luar nalar manusia normal selama di hutan, Tito menjelaskan bahwa seseorang dengan gangguan kejiwaan memang terkadang memiliki ketahanan fisik yang tampak kuat di kondisi ekstrem.
Hal ini disebabkan karena dorongan psikis dan kecemasan harian mereka berbeda dengan orang pada umumnya.
​"Sebenarnya kalau secara psikis, kebiasaan-kebiasaan harian mereka tidak banyak memikirkan risiko seperti orang normal. Tapi ya itu, qadarullah diberikan kekuatan, walaupun mungkin kemarin pas ditemukan kondisinya lemah. Hal itu wajar karena dia kekurangan cairan, dehidrasi, dan faktor lainnya," urai Tito.
​Pihak Puskesmas Campaka kini telah menyiapkan tim medis untuk memantau pengobatan rawat jalan Ayi secara berkala.
Penanganan saat ini berfokus pada pemulihan fisik, penyembuhan cedera rahang, serta melanjutkan kembali terapi obat kejiwaan agar kondisi mental Ayi bisa kembali stabil.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6454660/original/051756600_1779318782-1001276959.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288313/original/005703000_1783311841-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-06T103916.100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4889778/original/044650100_1720754462-tentara_israel_dapet_kiriman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300009/original/089493000_1784283677-Untitled_design.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7690187/original/079032700_1780487392-349857.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1373282/original/024149200_1476385389-Sukabumi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8860259/original/052842500_1782927734-063_2284210517.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297020/original/005987700_1784057750-063_2286100607.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298432/original/055199800_1784170649-ka2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298238/original/090944000_1784161387-messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297075/original/063178900_1784075232-barton.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8405832/original/011890700_1782288653-000_B83J62M.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5088769/original/054146300_1736499225-000_36T66N4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9280563/original/023003600_1783176378-1000463244.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300006/original/015885500_1784283359-000_C2DB2ZQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299397/original/073517100_1784250863-000_B6Z433V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300000/original/049582300_1784282893-mainoo_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111027/original/077801500_1783052609-AP26183730218725.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299310/original/079694000_1784210676-395507.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299252/original/061529900_1784204163-394109.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299251/original/053706200_1784204163-391842.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299188/original/002821500_1784198469-395410.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299189/original/001000700_1784198469-395406.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295809/original/076339600_1783948567-391842.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298221/original/083784600_1784155247-394245.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298216/original/006074100_1784154901-393836.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298153/original/034579800_1784128918-394317.jpg)