Penyebab Satu Keluarga Tewas saat Kemping di Temanggung, Polisi Duga Keracunan Gas Portable

Di lokasi kejadian tidak ditemukan bekas muntahan seperti yang lazim terjadi di kasus keracunan makanan.

Diterbitkan 28 Mei 2026, 21:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Polisi masih menyelidiki kasus kematian satu keluarga yang kemping di objek wisata Posong, Kabupaten Temanggun, Jawa Tengah. Ada kemungkinan empat orang korban keracunan gas portable untuk memasak.

Empat korban ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tubuhnya kaku. Selain itu, di lokasi kejadian baik di rerumputan dan dalam tenda, tidak ditemukan bekas muntahan seperti yang lazim terjadi di kasus keracunan makanan.

"Tidak ada muntahan dan tidak ada perlawanan. Gejala keracunan gas CO2 ini lemes dan mengantuk dan tiba tiba hilang," ujar Kasat Reskrim Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra Deputra kepada wartawan, Kamis (28/5/2025).

Sebelum meninggal, keempat korban sempat memasak barbeque menggunakan gas portable. Setelah itu, gas dan peralatan barbeque ditinggal di luar tenda.

"Setelah barbeque-an, mereka langsung tidur. Dan setelah dia (korban) bakar bakar langsung ditutup pintunya (pintu tenda)," ujar Mahendra.

Lokasi aktivitas mereka barbeque agak jauh dari tenda mereka tidur. Namun, Polisi menduga kebocoran gas masuk ke tenda.

“Kemungkinan masuk (ke dalam tenda glamping). Jadi ada kemungkinan," ucapnya.

Identitas Satu Keluarga yang Tewas saat Kemping

Diberitakan sebelumnya, satu keluarga yang terdiri dari empat orang ditemukan meninggal dunia di dalam tenda saat kemping di kawasan wisata Kledung, Kabupaten Temanggung, Jateng. Polisi mengungkapkan adanya indikasi awal bahwa satu keluarga yang meninggal dunia mengalami keracunan.

Keempat korban tersebut diketahui merupakan warga Desa Panjang, Ambarawa, Semarang, antara lain Muhammad Ali Munawar (52), Maghfirah (43), Alvino Evan Hakim (16), dan Bagas Amar Hakiki (21). Muhammad Ali Munawar dan Maghfirah diketahui sebagai seorang pedagang, sedangkan dua korban lainnya berstatus pelajar. Satu korban atas nama Bagas Amar Hakiki diketahui mahasiswa aktif di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Dekan Fakultas Ilmu Budaya UGM Setiadi saat dihubungi tim Regional Liputan6.com membenarkan Bagas Amar Hakiki sebagai mahasiswa aktif UGM. 

"Almarhum benar mahasiswa kami," katanya.

Setiadi juga menjelaskan, Bagas merupakan mahasiswa angkatan 2022 program studi Sastra Prancis yang semester ini akan sidang skripsi.

"Anaknya aktif, rajin, mengerjakan skripsi dengan lancar. Sekarang masuk Bab 3 dan rencana akan sidang skripsi di semester ini. Selain kuliah mas Bagas juga aktif di UFO, pernah menjadi ketua UFO (2023-2024), magang di TV one dan menjadi fotografer di Kraton," katanya.