Fakta Baru Kecelakaan Maut Bus di Tol Semarang: Sopir Minim Pengalaman dan Tak Hapal Rute

Polisi melaporkan update Kecelakaan tunggal bus PO Cahaya Trans bernomor polisi B 7201 IV terjadi pada Senin (22/12/2025) di Simpang Susun Exit Tol Krapyak (KM 420+200), Kota Semarang.

Diterbitkan 23 Desember 2025, 12:49 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Polisi melaporkan update Kecelakaan tunggal bus PO Cahaya Trans bernomor polisi B 7201 IV terjadi pada Senin (22/12/2025) di Simpang Susun Exit Tol Krapyak (KM 420+200), Kota Semarang. Bus itu membawa 34 penumpang dari Jatiasih/Jakarta menuju Yogyakarta dengan melaju kencang.

Kecelakaan bermula ketika bus hilang kendali di tikungan tajam yang menurun, menabrak pembatas jalan, dan terguling. Tercatat 16 korban meninggal dunia dan 17-18 korban luka-luka.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo menyatakan bahwa 15 jenazah disemayamkan di RSUP Dr. Kariadi Semarang serta satu di RSUD Tugurejo Semarang.

"Yang pertama kami ucapkan duka cita, berbelasungkawa, dan ikut prihatin atas kejadian dini hari tadi pukul 01.00 WIB, kecelakaan lalu lintas bus yang mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan 8 orang luka-luka," kata Hari.

Tim DVI Polda Jateng telah mengidentifikasi seluruh korban tewas secara akurat, dengan sebagian besar berasal dari Boyolali, Bogor, Klaten, dan daerah lain. Sementara itu, Polrestabes Semarang dan Polda Jateng masih mendalami penyebab kecelakaan.

Terungkap sopir yang mengemudikan bus saat kejadian adalah Gilang Ihsan Faruq (22 tahun), warga Bukittinggi, Sumatra Barat, yang berstatus sebagai sopir cadangan. Sopir utama (atau sopir cadangan lainnya) disebutkan dalam daftar korban selamat sebagai Robert Pratama Putra.

Gilang Ihsan Faruq, sopir cadangan, serta kernet telah diamankan untuk pemeriksaan, termasuk tes urine yang hasilnya negatif narkoba.

 

Sopir Minim Pengalaman dan Tak Hapal Rute

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol M Syahduddi menyebutkan bahwa polisi juga mendalami dugaan sopir minim pengalaman di rute tersebut serta tidak familiar dengan medan tikungan tajam.

Kernet bus, Robi Sugianto (51 tahun), yang selamat dan dirawat di RSUD Tugurejo, menyatakan bahwa sopir tersebut masih muda dan baru dua kali menjalani rute Bogor-Yogyakarta. Ia menceritakan saat terjadi kecelakaan bus tiba-tiba miring ke kanan, kemudian menabrak pembatas dan terguling.

"Sopir sesungguhnya tidak melaju ugal-ugalan,"katanya.

Kesaksian Korban Selamat

Sementara itu, menurut Sutiadi (67 tahun), salah satu penumpang selamat menceritakan bahwa bus melaju kencang tanpa ada perlambatan saat memasuki jalan menurun dan menikung.

“Kalau ke Jogja di Krapyak jalan itu turun. Tapi kok tidak ada perlambatan. Jadi mulai kencang terus... Pas muter tikungan itu oleng, lalu terguling,” katanya.

Data di Kementerian Perhubungan menyebutkan bahwa bus yang mengalami kecelakaan tidak terdaftar di aplikasi MitraDarat sebagai angkutan umum atau pariwisata. Berdasarkan pemeriksaan serta ramp check pada 9 Desember 2025, armada tersebut juga tidak laik jalan. Saat ini penyelidikan masih dilakukan Tim Traffic Accident Analysis untuk mengungkap faktor lengkap, termasuk kondisi kendaraan.