Bencana Tanah Bergerak Landa 2 Kecamatan di Sukabumi: Puluhan Rumah Terdampak, 4 Ambruk

Bencana tanah bergerak melanda dua kecamatan, Bantargadung dan Warungkiara, di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Peristiwa ini mengakibatkan puluhan rumah terdampak.

Diterbitkan 16 Desember 2025, 19:22 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bencana tanah bergerak melanda dua kecamatan, Bantargadung dan Warungkiara, di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Peristiwa ini terjadi akibat intensitas hujan deras yang terjadi sejak akhir November.

Berdasarkan data sementara, total 28 rumah dilaporkan terdampak, dengan 4 rumah ambruk total, dan sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan.

​Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Bantarkalong, Eman Sulaeman, menjelaskan bahwa dampak terparah terjadi di wilayahnya.

​"Di Kampung Dusun Bojong Haur, Desa Bantarkalong, Kecamatan Warungkiara, kami terkena musibah bencana karena intensitas hujan deras pada malam Senin. Akibatnya, banyak sekali kerugian, khususnya fasilitas umum. Ada 4 tiang listrik yang roboh dan jalan utama tidak bisa dilalui, baik kendaraan roda dua maupun roda empat," jelas Eman Sulaeman, Selasa (16/12/2025). 

​Eman menambahkan, di lokasi lain, yaitu Kampung Pasir Gerong, pergeseran tanah juga menyebabkan rumah-rumah rawan untuk dihuni.

​"Di satu RT Kampung Pasir Gerong, rumah rusak kurang lebih 20 rumah. Rusaknya seperti retak-retak, yang hancur juga ada. Dikhawatirkan rumah-rumah tersebut tidak layak dihuni," ungkapnya.

​Pergerakan tanah ini dilaporkan sudah berlangsung secara bertahap sejak 20 November 2023, namun puncaknya terjadi pada awal Desember setelah hujan deras selama dua hari dua malam.

​Salah seorang korban pergerakan tanah di Kampung Pasir Garong RT 09/01 Desa Bantarkalong, Nurdin (40), mengatakan kejadian utama terjadi sekitar pukul 03.00 WIB.

​"Pergerakan tanah kejadiannya sekitar jam 3 subuh, sebetulnya kejadiannya sudah mulai malam Jumat (12/12). Sekarang kami mengungsi di rumah orang tua yang tidak jauh dari sini. Rumah orang tua saya juga sama kena (dampak), namun agak mendingan, yang lebih parah ini," tutur Nurdin.

 

Lokasi Lainnya

​Di lokasi lain, Desa Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung, bencana ini juga menyebabkan 8 rumah terdampak. Bahkan 4 rumah diantaranya rusak berat dan ambruk.

​Kepala Dusun 2 Desa Bojonggaling, Cecep Subrata, menyebutkan bahwa pergerakan terjadi secara bertahap hingga total 8 rumah mengalami kerusakan.

​"Kurang lebih total ini 8 rumah. Alhamdulillah saya setiap hari memantau beserta jajaran, bersama BPBD dan Bapak Sihabudin. Dari Pemerintahan Desa Bojonggaling alhamdulillah yang sudah tersalurkan jenis sembako itu baru 6 paket," kata Cecep Subrata.

​Selain rumah, jalan di Bojonggaling dilaporkan amblas sekitar 30 meter dan berdampak hingga ke area persawahan. Cecep mengkhawatirkan pergerakan tanah masih terus terjadi.

​"Kalau menurut prediksi, masih bergerak. Soalnya tadi pagi pas saya berangkat ke kantor desa ini belum terlalu dalam, sekarang saya lihat sudah agak dalam lagi jalannya," ungkapnya.

​Sujana, warga Kampung Cijagung RT 06/07 Desa Bojong Galing, juga mengungkapkan kondisi rumahnya yang parah.

​"Kejadian pergerakan tanah kira-kira tanggal 20 November. Kondisi rumah parah, tiap hari kan turun terus tanahnya, hancur, keramik-keramik patah. Kalau hujan kami mengungsi, takut juga listrik jatuh," kata Sujana.

 

​Korban Mengungsi

​Saat ini, warga yang rumahnya ambruk dan rusak parah telah mengungsi ke rumah-rumah keluarga terdekat di tempat yang lebih aman.

​"Sekarang warga yang rumahnya ambruk itu mengungsi ke rumah keluarganya di tempat lain. Kalau kemarin menurut laporan yang punya rumah, alat elektronik juga rusak," jelas Cecep Subrata.

​Mengenai tindak lanjut, Kepala Desa dilaporkan telah mengajukan laporan ke tingkat kecamatan dan pusat.

​"Kemarin berdasarkan informasi dari Bapak Kepala Desa, sudah diajukan ke kecamatan sama ke pusat, namun belum ada tindak lanjut. Jadi itu sementara secara pernyataan dari kepala desa sudah dilaporkan, dibantu dengan Pukesos," tutupnya.Â