RS Bhayangkara Padang Tangani 18 Jenazah Korban Banjir Bandang

Harry menjelaskan, jenazah-jenazah di RS Bhayangkara Padang berasal dari berbagai lokasi terdampak, mulai dari Kota Padang, Agam, Kayu Tanam di Padang Pariaman, hingga Padang Panjang.

Diterbitkan 29 November 2025, 04:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Rumah Sakit Bhayangkara Padang, Sumatera Barat, tengah menangani proses identifikasi terhadap 18 jenazah korban bencana alam banjir bandang yang melanda sejumlah daerah, termasuk Kota Padang, Kabupaten Agam, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kota Padang Panjang.

“Pada hari ini kami menerima 18 jenazah yang diserahkan untuk proses identifikasi, semuanya berasal dari kejadian bencana,” kata Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Padang, Kompol dr. Harry Andromeda M Ked (Cardio), SpJP, Jumat (28/11/2025).

Harry menjelaskan, jenazah-jenazah tersebut berasal dari berbagai lokasi terdampak, mulai dari Kota Padang, Agam, Kayu Tanam di Padang Pariaman, hingga Padang Panjang.

Begitu menerima penyerahan jenazah, tim medis langsung melakukan identifikasi untuk mengetahui identitas korban.

“Proses identifikasi jenazah dilakukan dengan pemeriksaan postmortem dan antemortem untuk mengetahui identitas dari jenazah tersebut,” ujarnya.

Menurut Harry, identifikasi dilakukan dengan mencocokkan data antemortem dari keluarga, seperti ciri fisik, foto, hingga tanda pengenal atau fitur identitas lainnya. Proses ini melibatkan dukungan tenaga ahli dari berbagai satuan.

“Kami mendapatkan dukungan personel dari Dokpol Biddokes Polda Sumbar serta personel Inafis yang melakukan proses identifikasi lewat sidik jari, sehingga metode ini turut membantu proses identifikasi,” jelasnya.

 

15 Jenazah Belum Teridentifikasi

Dari 18 jenazah, Harry menyebut 3 di antaranya telah berhasil diidentifikasi dan sudah diserahkan kepada pihak keluarga. Sementara 15 lainnya masih dalam proses pencocokan data hingga identitas dipastikan akurat.

Harry memastikan RS Bhayangkara Padang masih mampu menangani seluruh proses identifikasi jenazah korban bencana tanpa perlu menambah personel.

“Kami akan bekerja semaksimal mungkin untuk mengidentifikasi jenazah yang diantarkan ke RS Bhayangkara Padang sebagai korban dari bencana alam,” katanya.