Kronologi Bus Pariwisata Terguling di Tol Pemalang-Batang: Sopir Sempat Teriak 'Rem Blong'

Kasat Lantas Polres Pemalang, AKP Arief Wiranto mengungkapkan, kronologi bermula sekitar pukul 08.25 WIB. Saat itu bus meluncur lancar di arah Jakarta, tapi nasib berubah saat memasuki gerbang tol Gandulan.

Diterbitkan 25 Oktober 2025, 19:41 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah kecelakaan menimpa bus pariwisata di ruas tol Pemalang-Batang. Bus berukuran medium itu membawa 34 jiwa dari rombongan Forum Kesehatan Kelurahan Bendan Ngisor Semarang menuju wisata Guci di Tegal.

Tiba di exit tol KM 312B, bus tiba-tiba kehilangan kendali. Sopir sempat berteriak "rem blong" dan akhirnya gagal mengendalikan laju kendaraan, sehingga bus oleng, menabrak pembatas jalan, dan terguling deras ke sisi kanan.

Benturan keras itu merenggut nyawa empat penumpang, melukai belasan lainnya, dan 16 orang selamat dengan trauma mendalam.

Menurut Kasat Lantas Polres Pemalang, AKP Arief Wiranto, kronologi bermula sekitar pukul 08.25 WIB. Saat itu bus meluncur lancar di arah Jakarta, tapi nasib berubah saat memasuki gerbang tol Gandulan.

"Kendaraan diduga tidak bisa mengontrol kecepatan saat menikung, sehingga terguling ke kanan dan menabrak pembatas," kata AKP Arief Wiranto.

Hanya dalam hitungan menit, laporan darurat membanjiri PT Pemalang Batang Toll Road dan polisi setempat, memicu kemacetan parah karena bus yang ringsek menghalangi jalur.

Unit Siaga SAR Basarnas Pemalang tiba di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB, diikuti ambulans Dinas Kesehatan dan relawan TNI-Polri. Menurut Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang, Budiono, operasi evakuasi dilakukan dengan berbagai alat hidrolik dan ekstrikasi yang memotong bodi bus.

"Tim kami dari USS Pemalang berangkat ke lokasi untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan dengan penanganan khusus menggunakan peralatan ekstrikasi," katanya.

 

Evakuasi Korban

Di tengah reruntuhan besi, petugas berjuang membebaskan 7 hingga 10 penumpang yang terhimpit, memberikan pertolongan darurat seperti infus dan oksigen di tenda medis darurat.

Evakuasi berlangsung sekitar dua jam. Seluruh penumpang berhasil dievakuasi. Dari 34 orang di bus itu, 13 mengalami luka ringan seperti memar dan goresan, satu lainnya luka berat dan harus menjalani operasi darurat.

Korban-korban itu segera dipindah ke RS Siaga Medika Pemalang dan RSI Al-Ikhlas Taman.

"Korban meninggal dunia ada empat orang, satu luka berat, dan 13 luka ringan. Sementara 16 lainnya selamat," kata AKP Arief Wiranto.

 

Identitas Korban Meninggal Dunia

Warga yang meninggal dunia semuanya warga Bendan Ngisor, Semarang. Mereka adalah Komsiyah berusia 50 tahun yang dibawa ke RS Prima Medika, Sri Fitriyati, Endah Cipta Ningrum, dan Abdul Ghofur yang semuanya dirawat di RS Siaga Medika.

"Saya ucapkan terima kasih banyak kepada seluruh unsur yang terlibat dalam upaya penyelamatan," katanya.

Saat ini polisi masih mendalami dugaan rem blong sebagai penyebab utama.