Saat Remaja Kota Belajar Kepedulian dari Suku Baduy

Empat pelajar lintas sekolah berinisiatif menggelar proyek sosial bertajuk Roots of Baduy yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan dan pelestarian budaya masyarakat Baduy.

Diperbarui 26 Agustus 2025, 21:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Empat pelajar Jakarta lintas sekolah berinisiatif menggelar proyek sosial bertajuk Roots of Baduy yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan dan pelestarian budaya masyarakat Baduy. Mereka adalah Christopher Thomas Widjaja dan Johan Hadywibowo (ACS Jakarta), Ethan Setiawan (Jakarta Intercultural School), serta Kate Tiffany Dirga (ACS Jakarta).

Melalui rangkaian kegiatan sejak April hingga Juli 2025, para siswa ini berhasil menghadirkan berbagai program yang menyentuh aspek pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi.

Salah satu kegiatan yang paling menarik perhatian adalah pembangunan “Gubuk Pintar” dan toilet umum yang dilakukan bersama PT Sumber Mineral Global Abadi Tbk pada Mei 2025. Fasilitas ini diharapkan dapat menunjang aktivitas belajar anak-anak Baduy sekaligus meningkatkan sanitasi masyarakat.

Tak hanya itu, mereka juga menggalang dana lewat Hari Bebas Kendaraan Bermotor dengan menjual produk asli Baduy, seperti madu, kain tenun, dan kerajinan tangan. Produk-produk tersebut kemudian dipasarkan lebih luas melalui Tokopedia, restoran Sudestada, dan booth di Playhouse Academy.

Kegiatan sosial lainnya meliputi workshop seni berbahan alam, pembangunan perpustakaan mini, permainan tradisional, potong rambut gratis bersama Kaizen Barber Shop, hingga pemeriksaan kesehatan gratis bersama tenaga medis dari Bank Index.

Perjalanan Lintas Budaya

Ki Pantun, ketua adat kampung yang mewakili langsung Pu’un (pemimpin tertinggi Suku Baduy), menyampaikan apresiasi atas kepedulian generasi muda ini.

"Kegiatan yang dilakukan adik-adik sangat bermanfaat bagi warga setempat dan membangun kepedulian terhadap Suku Baduy. Semoga kebaikan ini menginspirasi lebih banyak orang untuk peduli dan berbagi," ujarnya.

Bagi para pelajar, pengalaman ini bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan perjalanan lintas budaya yang membentuk karakter dan empati. "Kami ingin meningkatkan kualitas hidup komunitas Baduy melalui pendekatan yang berkelanjutan, sambil tetap menghormati nilai adat dan budaya lokal," kata Christopher Thomas Widjaja.

Lewat proyek Roots of Baduy, keempat siswa ini berharap semakin banyak pihak yang terinspirasi untuk ikut menjaga warisan budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat adat.