Kebakaran Depo di Luwu, Pertamina Pastikan Stok dan Distribusi BBM Aman

Kebakaran di Fuel Terminal Palopo pada Selasa pagi berhasil dikendalikan tanpa mengganggu distribusi BBM. Pertamina memastikan pasokan energi ke masyarakat tetap aman dan berjalan normal.

OlehFauzan
Diperbarui 22 Juli 2025, 19:59 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Luwu - PT Pertamina Patra Niaga memastikan insiden kebakaran yang terjadi di area Fuel Terminal (FT) Palopo pada Selasa (22/7/2025) pagi, tidak berdampak pada infrastruktur utama. Distribusi BBM yang mencakup maupun distribusi energi ke masyarakat.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 09.55 WITA itu merupakan insiden flash fire yang muncul di sekitar area Tangki 07 produk Pertamax saat proses maintenance rutin dilakukan. Meski sempat memunculkan kobaran api, pihak Pertamina menyebut insiden tersebut berhasil ditangani dengan cepat berkat kesiapsiagaan petugas dan sistem keselamatan yang andal.

"Tim operasional FT Palopo langsung melakukan penanganan darurat sesuai prosedur, mulai dari membunyikan sirine siaga, memadamkan api dengan APAR dan APAB, hingga mengaktifkan water sprinkler sebagai pendinginan tambahan,” ungkap Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, T. Muhammad Rum, dalam pernyataan resminya, Selasa (22/7/2025).

Petugas pemadam kebakaran dari Pemerintah Kabupaten Luwu juga turut dikerahkan untuk mendukung proses pendinginan hingga situasi dinyatakan aman. Pihak Pertamina pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang karena stok dan distribusi energi dipastikan dalam kondisi aman dan terkendali.

Pertamina memastikan insiden ini tidak memengaruhi operasional penyaluran BBM dan LPG. Proses distribusi ke SPBU maupun agen kembali berjalan normal pada pukul 13.30 WITA, hanya beberapa jam setelah kejadian.

"Tidak ada gangguan terhadap distribusi energi. Pengisian ke mobil tangki dan pengiriman ke SPBU tetap berlangsung aman," lanjut Rum.

Terkait 2 pekerja yang mengalami luka bakar dalam insiden tersebut, Rum memastikan bahwa keduanya telah mendapatkan penanganan medis cepat oleh Paramedis K3 FT Palopo dan langsung dibawa ke Puskesmas Bua untuk mendapatkan perawatan. Keduanya bahkan saat ini telah dirujuk ke Rumah Sakit St. Madyang Palopo untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan. 

"Sudah dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lanjutan. Semoga kondisinya segera pulih," harapnya.

Sebagai entitas yang bertanggung jawab dalam pemenuhan kebutuhan energi nasional, Pertamina Patra Niaga menyatakan komitmennya untuk terus menjaga pasokan energi bagi masyarakat, industri, dan pelanggan lainnya.

"Kami mengapresiasi dukungan semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan tim pemadam kebakaran yang telah membantu penanganan cepat insiden ini," tutup Rum.

 

 

2 Pekerja Jadi Korban

Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) atau Depo Pertamina yang terletak di Desa Karang-karangan, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, mengalami kebakaran pada Selasa (22/7/2025) pagi sekitar pukul 10.00 Wita. Akibat insiden tersebut, dua orang pekerja dilaporkan mengalami luka bakar dan dilarikan ke rumah sakit.

Menurut informasi yang dihimpun, sempat terjadi ledakan hebat saat kebakaran berlangsung. Asap hitam pekat juga terlihat membumbung tinggi ke udara, memicu kepanikan warga di sekitar lokasi.

"Iya, betul kejadiannya tadi pagi. Kami langsung menerjunkan dua unit mobil pemadam kebakaran dan 16 personel. Alhamdulillah, api berhasil dipadamkan dalam waktu yang tidak terlalu lama," ujar Kabid Peralatan dan SDM Dinas Pemadam Kebakaran Luwu, Ale, kepada Liputan6.com.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Luwu, AKP Jodi Dharma, turut membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa kebakaran terjadi di tangki timbun nomor 7 milik Depo Pertamina.

"Ada dua korban yang mengalami luka bakar. Saat ini keduanya masih menjalani perawatan di rumah sakit," kata AKP Jodi Dharma saat dikonfirmasi secara terpisah.

Ia menambahkan, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Tim Inafis dari Polda Sulawesi Selatan telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Nanti setelah hasil olah TKP keluar, baru bisa kami pastikan apa penyebab kebakarannya," pungkasnya.

Simak juga video pilihan berikut ini: