Ragam Imajinasi Seniman Open Call Indonesia UFO Festival 2025 soal VORTEX LINE 

Salah satu acara dengan mengusung tema VORTEX LINE ini adalah terpilihnya 12 seniman visual yang melakukan perjalanan ‘On The Spot’ di tiga titik VORTEX LINE yang membentang dari timur dan barat Yogyakarta, yang terdiri dari Crop Circle / UFO Monument – Berbah, Kampung Alien - Nanggulan, dan Kampung UFO – Gedongkiwo.

Diperbarui 13 Juli 2025, 20:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Yogyakarta - Saat ini Indonesia UFO Festival 2025, sedang berlangsung dan diselenggarakan sebulan penuh mulai tanggal 2 sampai 30 Juli 2025 mendatang dengan tema VORTEX LINE. Festival kali ini diadakan di 7 tempat berbeda, diikuti oleh lebih dari 100 partisipan, dan dikemas dalam 12 acara yang beragam. Festival ini meliputi ranah Astronomi, Sains Antariksa, SETI, UAP, ET, dan Space Art.

Salah satu acara dengan mengusung tema VORTEX LINE ini adalah terpilihnya 12 seniman visual yang melakukan perjalanan ‘On The Spot’ di tiga titik VORTEX LINE yang membentang dari timur dan barat Yogyakarta, yang terdiri dari Crop Circle / UFO Monument – Berbah, Kampung Alien - Nanggulan, dan Kampung UFO – Gedongkiwo. 

Ke-12 seniman visual ini mengilustrasikan imajinasi mereka dalam sebuah media dan nantinya akan dipamerkan pada “The Cosmos Project” yaitu sebuah Cosmos Exhibition yang akan dilaksanakan di galeri IFI Yogyakarta dari tanggal 21 sampai 30 Juli 2025 mendatang, bersama dengan puluhan seniman lainnya yang datang dari berbagai daerah.

Pameran bertajuk The Cosmos Project ini akan menghadirkan lebih dari 40 seniman yang datang dari berbagai latar belakang keilmuan dan medium, baik dengan jalur undangan maupun dari proses Open Call yang diadakan oleh team dari Indonesia UFO Festival 2025.

Peserta terbanyak untuk festival kali ini berasal dari ranah pendidikan, praktisi, dan akademisi yang tergabung dalam berbagai komunitas independen dari seluruh Indonesia. Tema VORTEX LINE ini melibatkan berbagai komunitas dan institusi non profit juga turut terlibat dalam penyelenggaraan festival kali ini, seperti komunitas street art, seniman independen, komunitas UFO/UAP, seniman Space Art, komunitas astronomi amatir, dan juga para periset yang akan mempresentasikan karya-karya inovasinya di ajang Indonesia UFO Festival 2025 ini.

Venzha Christ ketika dijumpai pada hari Minggu 13 Juli mengatakan, ada juga kegiatan riset dan workshop tentang Space Suit (pakaian ruang angkasa) ini adalah merupakan turunan dari Proyek VMARS (v.u.f.o.c Mars Analogue Research Station). Kegiatan ini akan mempresentasikan keberlanjutan dari penelitian dan pengembangan Space Food (makanan ruang angkasa) yang sudah dimulai dari tahun 2023 lalu dan berkerja sama dengan beberapa Universitas dan Perguruan Tinggi di Indonesia dan ini akan menjadi yang pertama di Indonesia.  

VMARS merupakan sebuah master plan dan blueprint untuk membangun Analog Mars yang pertama di Asia Tenggara. 

Dalam penyelenggaraan Indonesia UFO Festival 2025 kali ini, pelaksanaan pameran Space Art tahun ini dilakukan secara Open Call supaya menjaring lebih luas lagi potensi dari banyak seniman dan periset dari berbagai latar belakang keilmuan. Pameran ini akan dibuka pada tanggal 21 Juli 2025 di Galeri IFI Yogyakarta, bertepatan dengan peringatan “Indonesia UFO Day” (Hari UFO Nasional) yang diperingati setiap tanggal 21 Juli. Venzha Christ selaku curator dari pameran Space Art ini mengatakan bahwa ini akan membuka peluang lebih lebar lagi untuk berbagai kegiatan kolaboratif antara seni, teknologi, dan bidang Space Science (Sains Antariksa)

 

Ragam Acara

Venzha Christ selaku Direktur dari ISSS (Indonesia Space Science Society) juga mengatakan, ada 12 ragam acara yang akan digelar sepanjang bulan Juli, antara lain adalah Presentasi inovasi teknologi dalam ranah Sains Antariksa, Workshop Gegana Agung, Workshop Space Suit, Pameran Space Art, kegiatan UFO Camp di Kampung Alien, Space Sound, Indonesia UFO Day, Street Art di Kampung UFO, Pengembangan Bio-material alternatif untuk eksplorasi ruang angkasa di Indonesia, sampai kepada penyelenggaraan International SETI Conference #07 2025. SETI adalah kependekan dari Search for Extra-Terrestrial Intelligence.

Indonesia UFO Festival ini merupakan proyek kolaborasi antara tiga lembaga non profit, yakni Indonesia Space Science Society (ISSS), Indonesia UFO Network (IUN), dan HONF Foundation.

Untuk penyelenggaraan SETI Conference, yang merupakan kerja kolaborasi antara ISSS, IFI-LIP, v.u.f.o.c Lab, dan Universitas Sanata Dharma ini akan menampilkan pembicara dari berbagai Universitas di Indonesia dan luar Indonesia, serta periset yang bekerja dalam ranah space science dan space exploration. Kegiatan ini akan diselenggarakan di IFI-LIP, (Lembaga Indonesia Prancis), Jalan Sagan Nomor 3 Yogyakarta.