Perjalanan Produk Lokal Minyak Herbal Hingga Berhasil Tembus Apotek Modern

Nama produk kutus-kutus resmi dipensiunkan dan diubah menjadi produk bernama sanga-sanga.

Diterbitkan 19 Mei 2025, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Denpasar - Perjalanan produk lokal minyak herbal sanga-sanga sudah memasuki tahun kedua di Bali. Pada tahun kedua itu, dibuatkan perayaan berupa kegiatan seni dan budaya di Desa Bakbakan. Gianyar, Bali. Perlu diketahui sanga-sanga adalah produk herbal yang diciptakan dari perubahan nama kutus-kutus. Rupanya peralihan nama tersebut dikarenakan banyaknya pemalsuan terhadap produk mereka.

Menurut Bambang Pranoto atau Babe, peracik minyak sanga-sanga menyebut ditemukan sekitar 80 persen produk mereka dipalsukan di pasaran. Mirisnya, produk palsu tersebut bahkan dijual di ribuan outlet-outlet yang tersebar luas. "Dari total 380 ribu lapak, ternyata ada 80 persen outlet yang menjual produk palsu. aini yang menjadi titik balik kami melakukan transpormasi," kata Babe di Denpasar, Rabu (14/5/2025).

 

Transformasi Nama Produk

Dirinya menegaskan bahwa tidak lagi menggunakan produk kutus-kutus usai menang dalam kasus perdata atas klaim penggunaan nama di Pengadilan Niaga Surabaya beberapa saat lalu. "Meski tidak digunakan lagi, ini berarti bagi sejarah saya. Tanggung jawab saya dan tanggung jawab saya terhadap zaman bahwa saya yang membuat Kutus-Kutus yang pertama," ujarnya.

Sedangkan, CEO Sanga-Sanga, Riva Effrianti, mengatakan bahwa transformasi ini bukan sekadar rebranding, tetapi juga mencakup perombakan menyeluruh mulai dari bahan, kemasan, maupun strategi distribusi. "Dari segi ingridient-nya kami menambahkan komposisi yang lebih baik lagi. Dari aroma rempah yang beberapa tidak suka, di Sanga-Sanga ini tetap tradisional tapi ada aroma kekinian yakni aroma lavender dan bunga pudak," tuturnya.

Pihaknya tidak ingin kecolongan seperti yang pernah dialami, pihaknya memberikan tanda keaslian produk sanga-sanga di setiap kemasannya. Penandaan itu berupa foto sang peracik utama produk sanga-sanga. Riva membocorkan, produk transformasinya sanga-sanga sudah menambus pasar obat modern (apotek) Kimia Farma. 

Minyak herbal sanga-sanga diketahui menggunakan bahan baku lokal. Alasannya menggunakan bahan lokal, menurutnya rempah-rempah Indonesia sangat dikenal oleh pasar global sejak zaman penjajahan dulu. Tak hanya itu, pihaknya juga meluncurkan aplikasi sanga-sanga mart dalam menjual serta untuk memastikan keaslian produk.