Sukses

Menghijaukan Bali d Tengah Perubahan Iklim

Untuk proyek di Seseh, 50 pohon pertama ditanam pada tanggal 23 Mei 2024, dengan partisipasi masyarakat setempat dan perangkat desa. Pohon-pohon yang tersisa akan ditanam pada pertengahan Juni.

Liputan6.com, Jakarta - Seiring dengan perkembangan pesat pulau Bali, pemerintah daerah telah memprioritaskan inisiatif ramah lingkungan untuk memastikan pariwisata berkelanjutan dan dampak positif terhadap lingkungan. Sejalan dengan upaya tersebut, Taryan Group, saat ini sedang mengembangkan resor unik di Desa Seseh, Mengwi, Badung.

Artur Mkhitaryan, founder and CEO of Taryan Group berharap kehadiran mereka di Bali dapat menumbuhkan integrasi yang harmonis dengan tradisi dan budaya Bali yang telah lama ada.

Untuk mewujudkan visi ini, Taryan Group melalu program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) bekerja sama dengan pemerintah setempat, telah meluncurkan proyek penanaman lebih dari 100 pohon pinang di Pantai Seseh. Pemilihan inisiatif ini bukanlah hal yang mengejutkan, karena telah banyak yang menegaskan bahwa reboisasi adalah salah satu kunci untuk menyeimbangkan isu perubahan iklim.

Untuk proyek di Seseh, 50 pohon pertama ditanam pada tanggal 23 Mei 2024, dengan partisipasi masyarakat setempat dan perangkat desa. Pohon-pohon yang tersisa akan ditanam pada pertengahan Juni.

Inisiatif lingkungan hidup dengan menanam lebih dari 100 pohon di Seseh mendapat dukungan dari Sekda Badung. Mereka menyatakan harapannya bahwa seluruh masyarakat Seseh akan mendapat manfaat dari proyek ini dan kegiatan penanaman pohon yang sedang berlangsung.

 Sentimen serupa juga diungkapkan oleh perwakilan Taryan Group di Indonesia. Ia menjelaskan, pemilihan pohon pinang untuk ditanam di sepanjang bibir pantai Seseh memang disengaja karena pohon tersebut melambangkan akhlak mulia dan keterbukaan budaya lokal yang benar-benar mencerminkan masyarakat Bali. Dan tim ini akan melanjutkan peluncuran inisiatif sosial dan lingkungan yang berdampak.

Taryan Group akan selalu menjalankan misinya dengan mengembangkan  harmonisasi antara alam dan buatan manusia, sehingga integrasi wilayah tempat Pembangunan. Dengan demikian desa yang akan dibangun akan tetap mempunyai keselarasan antara Pembangunan dan alam.

Alam yang terganggu akan ditekan sampai batas minimal bahkan dimana memungkinkan akan didorong agar alam lebih mempunyai daya dukung lagi terhadap potensi terhadap perubahan, baik perubahan iklim maupun perubahan alam lainnya.

 Karena perubahan iklim saat ini menjadi isu internasional maka penanaman pohon menjadi hal yang krusial. Taryan grup menitik beratkan penanaman pohon dan juga mengembangkan inisiatif sosial dan lingkungan yang mempunyai arah terhadap perlindungan alam seperti pembersihan pantai dan peningkatan praktik pengelolaan limbah, pengumpulan dan daur ulang limbah untuk mempromosikan dan menerapkan praktik penggunaan kembali di masa depan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini