Sukses

Serupa tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Kefir dan Yogurt

Liputan6.com, Jakarta - Minuman berbahan dasar utama dari susu yang di fermentasi menjadi salah satu pilihan masyarakat. Minuman tersebut bernama Yogurt dan Kefir.

Minuman yogurt mudah ditemukan di sejumlah minimarket hingga warung dekat rumah. Bahkan, minuman yogurt maupun kefir banyak dijual di rumah sebagai home industry alias bisnis rumahan.

Meski keduanya merupakan minuman berbahan dasar susu fermentasi, tetapi, keduanya memiliki perbedaan.

Diketahui bersama jika bahan utama yogurt yaitu susu yang difermentasi menggunakan sejumlah bakteri sehingga sangat bermanfaat bagi pencernaan.

Tidak menutup kemungkinan pada sebagian orang, sulit membedakan antara yogurt dengan kefir. Maka akan kami sampaikan penjelasan tentang keduanya yang dihimpun dari berbagai sumber.

Kebanyakan orang memahami perbedaan keju dan yogurt. Namun, antara yogurt dan kefir tentunya bisa membingungkan.

Secara garis besar, itu semua ada hubungannya dengan proses fermentasi dalam pembuatannya. Pada fermentasi yogurt, bakteri penghasil asam laktat tertentu digunakan, seperti Lactobacillus delbrueckii subsp., Bulgaricus, L. acidophilus, dan Streptococcus thermophilus yang prosesnya tiga kali lebih cepat.

Saksikan video pilihan berikut ini: 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Kefir

Bakteri ini mengubah laktosa menjadi asam laktat dan menghasilkan rasa dan tekstur yogurt yang kita makan saat sarapan atau sebagai camilan sore.

Di sisi lain, untuk membuat minuman asam yang kental yaitu kefir, dalam proses pembuatannya, biji kefir ditambahkan ke dalam susu. Biji-bijian ini terbuat dari ragi yang memfermentasi laktosa dan ragi yang tidak memfermentasi laktosa, bersama dengan bakteri yang menghasilkan asam laktat dan asam asetat.

Ada berbagai spesies mikroba yang telah diidentifikasi dalam biji kefir, termasuk Lactobacillus brevis, dan komposisi mikroba kefir dapat berubah setelah fermentasi.

Sedangkan, untuk produk sampingan fermentasi, seperti asam laktat, berkontribusi pada rasa, tekstur, dan aroma kefir.

Dengan demikian sudah jelas kan diantara keduanya memiliki perbedaan, Anda lebih suka yang mana?

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS