Sukses

Ketika Rachmat Gobel Bercerita Tentang Masa Mudanya ke Aktivis Makassar

Liputan6.com, Jakarta Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel menjadi pembicara dalam sebuah dialog yang digelar di Warkop Megazone, Jalan Boulevard, Kota Makassar, pada Minggu (25/9/2022). Dialog dengan teman 'Cerita Indonesia' digelar oleh mahasiswa dan aktivis yang ada di Kota Makassar. 

Dalam dialog tersebut, pengusaha asal Gorontalo yang dijuluki Cahaya Dari Timur itu menceritakan perjalanan hidupnya dalam meraih kesuksesan. Para undangan dan hadirin yang hadir pun terlihat antusias mendengarkan cerita dari mantan menteri perdagangan itu. 

“Saya ini sejak SMP sudah bekerja di pabrik milik orang tua. Tugas saya adalah membersihkan ruang makan, menyapu pabrik hingga toilet. Dan itu saya lakukan sebelum para pekerja pabrik datang,” kata politisi yang akrab disapa dengan akronim RG itu mengawali ceritanya, Sabtu, (24/9/2022). 

Rachmat Gobel mengatakan bahwa dalam kehidupan ini tak ada yang instan. Setiap orang yang ingin sukses dalam hidupnya pun harus berusaha dengan keras untuk mencapai apa yang dicita-citakan.

"Jadi orangtua saya sejak dini mengajar kami anak-anaknya hidup mandiri," lanjutnya.

Dia pun berharap agar para pemuda di tanah Makassar khususnya para aktivis dan pemuda agar bekerja dengan keras dan giat demi masa depan mereka. Rachmat Gobel bahkan mengajak para pemuda Makassar agar tak risih untuk bekerja di dunia pertanian. 

“Jangan risih, jangan takut becek sehingga kalian tidak mau bekerja di sektor pertanian. Teruslah berusaha, sukses kita hari ini adalah hasil jerih payah apa yang pernah kita dapatkan dari orang tua kita," ucapnya. 

Apalagi, lanjutnya, Sulawesi Selatan adalah salah satu provinsi yang menjadi penyangga ketahanan pangan di Tanah Air. Maka dari itu menurut Rachmat Gobel, para pemuda saat ini tidak boleh malu jadi petani. 

“Kenapa Sulsel ? Karena di sini di Sulsel ini memiliki banyak potensi besar di sektor pangan baik pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan. Maka ke depan Sulsel ini fokus pada industri pangan," ujarnya. 

Saat ini, kata dia, dunia sedang mengalami krisis pangan akibat adanya konflik di wilayah Eropa yang berdampak terhadap ketahanan pangan.

“Tapi kita di Indonesia justru kekurangan atau krisis Petani, kalau pangan kita di Sulsel masih bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Semua masih bisa kita dapatkan disini. Justru saat ini yang kita butuhkan pemuda dan mahasiswa ikut terlibat membuka lapangan kerja di sektor pertanian.” tandasnya.

 

Simak juga video pilihan berikut ini:

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.