Sukses

Asal Mula Julukan 'Kota Pelajar' untuk Yogyakarta

Liputan6.com, Yogyakarta - Yogyakarta dikenal sebagai kota pelajar. Julukan ini diduga berasal dari banyaknya pusat pendidikan yang berdiri di Yogyakarta.

Pusat-pusat pendidikan itu secara otomatis menarik minat para pelajar dari daerah lain untuk menuntut ilmu di sana. Meskipun belum ada penelitian pasti mengenai alasan di balik julukan kota pelajar atau kota pendidikan untuk Yogyakarta.

Dikutip dari berbagai sumber, julukan atau asal mula kota pelajar tidak berhubungan dengan pola pendidikan tradisional pada zaman dahulu, melainkan pendidikan modern. Konon, citra Yogyakarta sebagai kota pelajar dipengaruhi oleh simbol-simbol pendidikan yang ada di Yogyakarta.

Salah satunya adalah banyaknya pusat pendidikan yang ada di Yogyakarta. Fasilitas pendidikan yang lengkap akan menarik minat para pelajar untuk menuntut ilmu di kota ini.

Salah satu pusat pendidikan tertua di Yogyakarta adalah Universitas Gadjah Mada (UGM). Kampus ini menjadi salah satu universitas pertama yang didirikan setelah kemerdekaan.

Pada awal pendiriannya, UGM didaulat sebagai Balai Nasional Ilmu Pengetahuan dan Budaya bagi penyelenggara pendidikan tinggi nasional di Indonesia.

Keberadaan UGM di Yogyakarta seakan membuka keran berdirinya perguruan tinggi lain. Perguruan yang berdiri pun beragam, mulai dari kesenian hingga keagamaan.

Perguruan tinggi keagamaan dapat dilihat dari berdirinya Sekolah Tinggi Islam (STI) yang sekarang menjelma menjadi Universitas Islam Indonesia. Sementara di bidang kesenian berdiri Akademi Seni Rupa Indonesia dan Akademi Musik Indonesia.

Saat ini, keduanya melebur dan menjadi Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Saat ini setidaknya ada 100 lebih lembaga pendidikan negeri maupun swasta yang beroperasi di Yogyakarta.

Dengan banyaknya jumlah lembaga pendidikan tersebut, maka bisa dikatakan bahwa hampir semua cabang ilmu pengetahuan diajarkan di Kota Yogyakarta. Fakta ini semakin mengukuhkan status Yogyakarta sebagai kota pelajar.

(Tifani)

 

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.